KUMPULAN PUISI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2023

KUMPULAN PUISI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2023

Puisi kemerdekaan tidak hanya menghidupkan semangat perjuangan, tetapi juga menggalang semangat patriotisme. Kata-kata yang membangkitkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa memotivasi pembaca untuk lebih peduli dan berkontribusi dalam memajukan negara. Puisi ini mendorong kita untuk tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga bagian dari cerita kesuksesan bangsa.

Dalam setiap bait dan rangkaian kata, puisi kemerdekaan membawa kita pada perjalanan emosional yang menggetarkan hati dan merayakan semangat kebebasan. Melalui kata-kata yang indah, puisi ini mewarisi nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan patriotisme kepada generasi yang akan datang. Kemerdekaan sebuah negara tidak hanya terletak pada bendera yang berkibar, tetapi juga dalam puisi-puisi yang menyuarakan semangat tak tergoyahkan untuk meraih dan menjaga kebebasan.

Puisi kemerdekaan bukan hanya sebuah narasi sejarah, tetapi juga sarana ekspresi kreatif penulisnya. Puisi ini memungkinkan penulis untuk bermain dengan kata-kata dan menyusunnya sedemikian rupa sehingga menghasilkan makna yang dalam dan penuh emosi. Melalui pilihan kata dan ritme yang khas, puisi kemerdekaan menciptakan pengalaman membaca yang mendalam dan menggetarkan.

PUISI KEMERDEKAAN #1
Di tahun empat lima,
Berkobarlah semangat yang jaya,
17 Agustus tiba dengan gemilang,
Kemerdekaan diraih dalam semangat yang tulus.

Bendera merah putih berkibar tinggi,
Di angkasa biru, melambangkan cita-cita,
Para pahlawan berjuang tanpa ragu,
Mereka rela berkorban, tanpa pamrih.

Proklamasi terucap dengan suara tegas,
Indonesia merdeka, dunia terkejut,
Bangkitlah bangsa dari penjajahan,
Membangun negeri dengan semangat baru.

Perjuangan tak henti, kini kita lanjutkan,
Mengisi kemerdekaan dengan makna yang dalam,
Bersatu padu membangun tanah air tercinta,
Meraih cita-cita dalam satu tekad.

17 Agustus, engkau tetap bersemangat,
Sejarah gemilang terukir dalam hati,
Kita peringati dengan bangga dan bahagia,
Indonesia merdeka, untuk selamanya.

Hari yang suci, hari yang bersejarah,
17 Agustus 1945, hadir kembali dalam ingatan,
Kita warisi perjuangan para pahlawan,
Majulah Indonesia, tanah yang subur dan makmur.

PUISI KEMERDEKAAN #2
Di 17 Agustus yang bersemangat,
Tahun empat lima menjadi saksi gemilang,
Merdeka teriakkan, tak terbendung lagi,
Indonesia bangkit, bersinar bagai mentari.

Biru langit bergemuruh sorakan rakyat,
Merah putih berkibar, megah tak terkalahkan,
Para pahlawan berdiri tegak di awan,
Perjuangan dan darah mengalir dalam sanubari.

Tidak hanya sebatas tanggal kalender,
17 Agustus adalah nyanyian semangat yang takkan pudar,
Sepuluh tahun merintis, tiga setengah abad lamanya,
Berkumpul dalam tekad, membangun negeri merdeka.

Generasi penerus, tataplah masa depan dengan penuh harap,
Kemerdekaan bukanlah hadiah, tapi tanggung jawab besar,
Bersatu, bahu-membahu, tanamkan cita-cita tinggi,
17 Agustus, tiada henti merayakan semangat pahlawan sejati.

Melangkahlah maju dengan keberanian dan tekad,
Seperti para pendahulu yang tak kenal lelah,
Berkarya, berjuang, tumbuhlah Indonesia tercinta,
Penuh semangat 17 Agustus, menuju masa depan yang lebih cemerlang.

PUISI KEMERDEKAAN #3
Di bawah langit biru merdeka berkibar,
Bendera merah putih, lambang cita-cita,
17 Agustus, tanda kemenangan gemilang,
Republik Indonesia, semangat tak tergoyahkan.

Dulu, pahlawan berjuang di medan perang,
Darah dan air mata mengalir dalam semangat,
Untuk meraih kemerdekaan yang hakiki,
Bersatu padu, mereka raih cita-cita agung.

Negeri yang subur, dengan budaya beragam,
Merdeka dalam persatuan, semangatnya nyata,
Tak henti-hentinya, kita bercorak dan berkarya,
Memajukan bangsa, meraih prestasi cemerlang.

Dalam kebhinekaan, kita bersatu padu,
Menghormati jasa-jasa pahlawan sejati,
Kemerdekaan bukanlah hadiah semata,
Tetapi tugas suci yang harus dijaga abadi.

17 Agustus, saat membangkitkan semangat,
Mengenang perjuangan, mengisi masa depan,
Generasi penerus, tugas berat kini ada,
Membawa Indonesia menuju kejayaan sejati.

Kita merayakan kemerdekaan dengan bangga,
Dengan langkah teguh, merangkai masa depan,
Bersama-sama, kita tingkatkan kualitas negeri,
Repbulik Indonesia, abadi dalam jiwa kami.

PUISI KEMERDEKAAN #4
Di zaman baru yang penuh harapan,
Generasi milenial, berdiri dengan teguh,
Bendera merah putih berkibar dengan gagah,
Kemerdekaan Republik Indonesia, kini dan selamanya.

Teknologi menjadi sahabat sehari-hari,
Tapi semangat juang kita tak tergoyahkan,
Di era digital, kita terhubung tanpa batas,
Merajut persatuan, membangun masa depan yang megah.

Pahlawan masa kini bukan hanya di medan perang,
Tapi dalam inovasi, kreasi, dan semangat belajar,
Berani bermimpi, melampaui batas-batas dulu,
Membangun negeri, meraih prestasi tiada tara.

Kita terhubung dengan seluruh penjuru dunia,
Tapi cinta terhadap tanah air tak pernah luntur,
Menghargai warisan, menjaga nilai-nilai luhur,
Generasi milenial, penerus bangsa yang memiliki nur.

Pendidikan dan aksi nyata menjadi tonggak,
Merdeka dalam berpikir, berbicara, bertindak,
Mengatasi tantangan dengan kreativitas dan optimisme,
Indonesia maju, generasi milenial menjadikannya realisme.

17 Agustus, kita merayakan dengan semangat,
Mengenang perjuangan yang takkan pudar,
Generasi milenial, tanggung jawab kini ada di tangan,
Membawa Indonesia ke masa depan yang lebih bermakna.

Dalam kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai,
Generasi milenial, kita bersatu membangun impian,
Berkarya untuk negeri, dengan semangat tak tergoyahkan,
Meneruskan perjuangan, menciptakan hari esok yang lebih gemilang.

PUISI KEMERDEKAAN #5
Di medan perang yang penuh tantangan,
Berdiri pejuang dengan tekad baja,
Mengusir penjajah, mengangkat bendera,
Republik Indonesia, cita-cita suci terwujud dalam darah.

Dalam gelapnya malam dan panasnya siang,
Mereka berjuang tanpa pamrih,
Dengan senjata atau semangat dalam hati,
Mereka adalah pahlawan sejati.

Bertaruh nyawa demi kemerdekaan,
Mereka tak gentar, tak kenal mundur,
Bukan hanya untuk diri sendiri,
Tapi untuk generasi yang akan datang.

Pergolakan jiwa dan hasrat yang luhur,
Mereka bawa dalam setiap langkah,
Merangkai perjuangan, mengukir sejarah,
Membawa Indonesia ke dalam cakrawala yang lebih cerah.

Hormat dan penghargaan yang tulus,
Kami persembahkan kepada mereka,
Pejuang Republik Indonesia, tiada kata dapat memadai,
Untuk menggambarkan jasa-jasa yang kalian bawa.

Di bawah langit yang merdeka,
Namun, perjuangan tak henti,
Generasi kita meneruskan api suci ini,
Mengisi mimpi dan cita-cita yang pernah mereka hayati.

Pejuang Republik Indonesia, abadi dalam dada,
Semangat juangmu menyala dalam jiwa,
Kita melangkah dengan tekad yang sama,
Membangun negeri, meraih kejayaan yang abadi.

PREDIKSI AWAL RAMADHAN 2020


My-dock - Tinggal menghitung hari bulan Ramadan tahun 1441 H akan datang. Penentuan awal ramadhan dan juga syawal biasanya menimbulkan perbedaan. Perbedaan tersebut muncul karena banyaknya metode penentuan awal bulan yang dijadikan pedoman oleh masyarakat Indonesia.

Ormas Muhammadiyah menggunakan metode hisab (wujudul hilal) untuk menentukan awal bulan. Jadi kalau berdasarkan perhitungan bulan sudah berwujud berada diatas ufuk berapapun itu tingginya sudah dipastikan tanggal 1 jatuh pada hari esok.


Ormas Nahdlatul Ulama menggunakan metode hisab rukyah untuk menentukan awal bulan. Tidak hanya menghitung tapi juga menyaksikan secara langsung munculnya bulan baru. Bila hasil perhitungan bulan sudah berwujud atau diatas ufuk minimal ketinggian 3 akan tetapi dilapangan tidak ada yang dapat menyaksikan munculnya bulan baru maka tanggal 1 jatuh pada besok lusa.

Masih banyak lagi metode-metode yang digunakan untuk menentukan bulan baru yang dijadikan pedoman oleh masyarakat indonesia, seperti menggunakan pasang surut air laut dan lain sebagainya.

Prediksi awal Ramadhan 2020 kemungkinan terjadinya perbedaan tidak akan terjadi, hal ini dikarenakan berdasarkan perhitungan metode Epimeris dan juga Nautica ketinggian hilal mencapai 3 s.d 4 derajat (memungkinkan untuk dilihat mata walaupun menggunakan alat bantu). Berikut merupakan Prediksi Awal Ramadhan Tahun 2020 menggukan perhitungan Epimeris dan juga Nautica.


Tempat yang dijadikan rujukan dalam perhitungan kali ini adalah Tanjung Kodok Surabaya, Hasil dari perhitungan dari kedua metode tersebut adalah sebagai berikut:

Metode Almanac Nautica, maskaz Tanjung Kodok lintang tempat -6^ 51' 50" bujur tempat 112^ 21' 28" ketinggian tempat 15m diatas permuaan laut. Waktu ijtima' 02:26 GMT dikonfersi ke WIB pukul 09:26 sudut waktu matahari 89^ 24' 33" sudut waktu bulan 84^ 29' 54". Saat tenggelam matahari pukul 17:26 Wib tinggi hilal hakiki 4^ 10' 05" tinggi hilal mar'i 3^ 23' 7". Lama bulan baru diatas ufuk 13 menit 32 detik. Azimut matahari 12^ 44' 46" azimut bulan 10^ 44' 38" jarak matahari dengan bulan 2^ 0' 7" posisi bulan baru berada diselatan matahari miring keselatan.

Metode Epimeris, maskaz Tanjung Kodok lintang tempat -6^ 51' 50" bujur tempat 112^ 21' 28" ketinggian tempat 15m diatas permuaan laut. Waktu ijtima' pukul 09:29 sudut waktu matahari 89^ 25' 20" sudut waktu bulan 84^ 31' 57". Saat tenggelam matahari pukul 17:26 Wib tinggi hilal hakiki 4^ 08' 04" tinggi hilal mar'i 3^ 48' 42". Lama bulan baru diatas ufuk 15 menit 15 detik. Azimut matahari 12^ 44' 37" azimut bulan 10^ 44' 20" jarak matahari dengan bulan 2^ 0' 17" posisi bulan baru berada diselatan matahari miring keselatan.

Kesimpulan :
Berdasarkan perhitungan menggunakan kedua metode, prediksi awal Ramadhan 2020 jatuh pada hari Jum'at Kliwon 24 April 2020 dengan ketinggian hilal hakiki 4^ hilal mar'i 3^. Lama bulan baru diatas ufuk sekitar 14 menit, posisi bulan baru berada disebelah selatan matahari miring keselatan. Untuk kepastiannya menungggu Sidang Isbat oleh Kementrian Agama pada hari Kamis 23/04/2020. 

Almanac Nautica 2020 US Naval Observatory

Almanac Nautica

My-Dock - Almanac Nautica merupakan sebuah buku berisi data numbering pergerakan benda langit di permukaan bumi pada setiap menit dan jam selama satu tahun. Kegunaan utama Almanac Nautica adalah untuk memudahkan seorang navigator kapal laut menentukan posisi kapalnya ditengah lautan.

Data dalam buku Almanac Nautica akan berbeda disetiap tahunya. Dalam Almanac Nautica memuat daftar posisi Matahari dan Bulan pada setiap jam berdasarkan waktu Greenwich Mean Time (GMT). Melalui data tersebut dapat diketahui nilai deklinasi dan juga sudut waktu untuk kedua benda langit tersebut.

Baca Juga : Lebaran 2019 Dalam Perhitungan Metode Almanac Nautica

Tidak hanya data Matahari dan bulan saja Almanac Nautica juga memuat data GHA dan Declinasi planet Vunus, Mars, Jupiter, saturnus, GHA dan Declinasi rasi bintang dan masih banyak lagi.

Selain digunakan oleh seorang navigator kapal untuk menentukan posisi kapalnya, Almanac Nautica juga digunakan oleh Badan Hisab Rukyat Departemen Agama dan juga mahasiswa yang sedang belajar tentang ilmu falak. Mereka menggunakan Almanac Nautica untuk mencari semi diameter (sd) bulan, declinasi bulan dan matahari, equation of time, horizontal paralax dan juga GHA bulan dan matahari dalam menentukan posisi bulan baru.
Sampai saat ini hanya beberapa negara yang mampu membuat dan mencetak buku Almanac Nautica. Di Britania Raya, almanac nautica dibuat dan diterbitkan oleh HM Nautical almanac Office. Di amerika serikat Almanac Nautica dibuat dan diterbitkan oleh US Naval Observatory. Di Indonesia Almanac Nautica diterbitkan oleh Dinas Hidro Oseanografi bekerjasama dengan Her Majesty’s Nautical Almanac Office, Royal Naval Observatory dan United State Naval Observatory (USNO).

Apabila ada yang menginginkan Almanac Nautica tahun 2020 dan kesulitan mendapatkannya bisa menghubungi saya melalui Whatsapp ke 085233565566 (untuk mempermudah klik pada nomor tersebut).

MUSIM MUDIK LEBARAN 2020 DESA POLOREJO SIAGA COVID-19

Posko Desa Tanggap Covid-19

My-Dock/News - Mudik lebaran tahun 2020 ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan mudik lebaran tahun ini ditengah mewabahnya virus Covid-19. Di Indonesia orang yang positif terkena covid-19 mencapai 6.760 orang, sembuh 747 orang dan meninggal 590 orang. Jumlah tersebut tersebar diseluruh wilayah Indonesia (covid19.go.id 20/04).
Dengan mewabahnya virus Covid-19 pada lebaran tahun ini, pemerintah Indonesia tidak melarang masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman. Walaupun mudik lebaran tahun 2020 tetap diperbolehkan, pemerintah Indonesia tetap menggencarkan kampanye untuk tidak melakukan mudik lebaran. Hal ini bertujuan untuk menanggulangi penyebaran virus Corona (Covid-19) di tiap daerah.

Pemudik yang tiba didaerahnya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan wajib untuk melakukan isolasi diri. Orang yang berstatus ODP harus mengisolasikan dirinya selama 14 hari dan harus mendapatkan pengawasan dari pemerintah daerahnya masing-masing.

“Orang yang berstatus ODP harus mengisolasikan diri dirumah selama 14 hari dan keluarga harus melaporkannya ke ketua RT atau petugas medis yang ada di desa. Jadi bukan setelah pulang yang bersangkutan langsung datang ke klinik atau puskesmas tetapi keluarga yang harus melaporkannya. Nanti pada waktu 14 hari tersebut muncul gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, panas dan hilangnya indra penciuman keluarga harus segera melapor. Setelah mendapatkan laporan dari warga petugas medis desa atau puskesmas akan segera mendatangi untuk memberikan pertolongan medis” Ujar Hj. Siti Saudah selaku Bidan Desa Polorejo.

Musim mudik lebaran 2020 desa polorejo siaga Covid-19. Untuk menanggulangi agar masnyarakat tidak terkena virus Covid-19, pemerintah desa Polorejo membentuk tim relawan Covid-19. Tim ini terdiri dari Perangkat Desa, Anggota BPD, Petugas Kesehatan, KPMD, Ketua RW, Ketua RT, Pendamping Lokal Desa, Pendamping PKH Desa, LPMD, PKK, BABINSA, BABINKAMTIBMAS, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Karang Taruna desa Polorejo. Tim Relawan Desa Lawan Covid-19 ini bertugas,
  • Melakukan pencegahan penyebaran wabah Covid-19.
  • Melakukan penanganan terhadap warga desa korban Covid-19.
  • Membentuk Posko Desa Tanggap Covid-19.
  • Melakukan kordinasi secara intensif dengan pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kesehatan dan atau Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Jumlah warga desa Polorejo yang baru datang dari luar kota saat ini mencapai 93 orang (20/04). Jumlah tersebut berasal dari berbagai daerah dan juga luar negeri. Paling banyak adalah pelajar atau mahasiswa yang sudah mulai libur.

Masa Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Masa Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Gambar hanya ilustrasi
My-Dock / Sejarah - Ayah Ki Hajar Dewantara dan sang istri sangat aktif dan menyukai pelajaran kesastraan dan musik. Pangeran Sasraningrat merupakan seorang seorang sastrawan yang kuat, keistimewaan beliau adalah dapat mengungkapkan keindahan dalam bentuk syair. Sedangkan Pangeran Surjaningrat sangat menyukai musik dan ilmu keagamaan yang bersifat filosofis dan islami. Kakak beradik keturunan Sripaku Alam III ini bersama-sama telah dapat mengubah "Sastra Gending", selain itu juga sudah banyak mewariskan karya tulis berupa buku atau serat. Karya Pangeran Surjaningrat berbentuk syair dan bersifat filosofis-religius, sesuai dengan pandangan hidupnya adalah Islam Jawa. Selain itu juga syair lepas "Panembrama" untuk perayaan Taman Siswa.
Pangeran Surjaningrat (Ayah Ki Hajar), hidup dilingkungan keluarga yang tekun berolah sastra. Selain itu suasana religius dengan adanya langgar (surau) dan masjid didepan rumah menjadi salah satu faktor kuatnya keyakinan agama. Dari lingkingan yang agamis tersebut, Ki Hajar Dewantara menerima ajaran agama Islam. Ayah Ki Hajar berpedoman pada ajaran "Syariat tanpa hakikat adalah kosong dan hakikat tanpa syariat adalah batal". Selain pelajaran agama Ki Hajar juga mendapat pelajaran berupa ajaran lama yang dipengaruhi oleh filsafat Hindu yang tersirat dalam ceritra wayang. Pelajaran seni sastra, gending dan seni suara diberikan secara mendalam.

Keluarga Paku Alam termasuk keluarga yang maju. Seluruh putra-putra dalam lingkungan itu dikirim ke sekolah Belanda. Ki Hajar Dewantara bersekolah di Sekolah Dasar Belanda III, berbeda dengan saudara-saudaranya yang bersekolah di Sekolah Dasar Belanda I. Sekolah Dasar Belanda III terletak di Kampung Bintaran Yogyakarta, tidak jauh dari tempat tinggal Ki Hajar. Seperti anak sekkolah dasar pada umumnya Ki Hajar juga pernah berkelahi dengan temannya saat pulang sekolah.

Seteleh selesai sekolah dasar (1904), Ki Hajar melanjutkan sekolahnya di Sekolah Guru di Yogyakarta. Tidak lama setelah masuk di Sekolag Guru Ki Hajar mendapat tawaran bea siswa masuk Sekolah Dokter oleh dokter Wahidin Sudiro Husodo. Selama lima tahun (1905 - 1910) Ki Hajar Dewantara menjadi murid Sekolah Dokter. Ki Hajar tidak dapat merampungkan Sekolah Dokter karena tidak naik kelas dan bea siswanya dicabut. Ki Hajar tidak naik kelas karena sakit selama empat bulan. Terpakssa Ki Hajar meninggalkan sekolah tersebut karena tidak mampu untuk membiayai. Pada saat bersekolah di sekolah dokter Ki Hajar mendapat surat keterangan istimewa dari direktur sekolahnya berkaitan dengan kepandaiannya dalam berbahasa Belanda.

Walaupun tidak tamat saat bersekolah Dokter akan tetapi kihajar sudah mendapatkan banyak pengalaman baru disana. Sebagai mahasiswa Ki Hajar tinggal diasrama bersama teman-temannya dari berbagai daerah di Indonesia dan berbeda-beda agamanya. Bagi Ki Hajar tempat tinggalnya yang baru itu berbeda sekali dengan tempat asalnya. Suasana feodal yang dialami di rumah orang tuanya tidak terdapat di kota Jakarta.

Pada tahun 1908 saat masih menjadi mahasiswa kedokteran Ki Hajar berkenalan dengan Douwes Dekker dan aktif dalam organisasi Budi Utomo dan mendapat tugas sebagai propaganda. Setelah keluar dari sekolah Dokter, Ki Hajar bekerja pada laboratorium Pabrik Gula Kalibogor Banyumas dan pada tahun 1911 Ki Hajar pindah ke Yogyakarta bekerja sebagai pembantu apoteker di Rathkamp. Selain bekerja sebagai pembantu apoteker Ki Hajar mulai terjun dalam bidang jurnalistik, membantu surat kabar Sedyo Utomo di Yogyakarta, Midden Java di Bandung dan De Expres di Badung.

Karena sejak kecil Ki Hajar Dewanara telah dididik dalam suasana religius dan dilatih untuk mendalami soal-soal sastra dan kesenian, maka ketika sudah dewasa ia sangat menyukai dan mahir tentang bidang-bidang tersebut. Pada saat ia tinggal di negeri Belanda sebagai seorang buangan, Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai ahli sastra jawa. Beliau diundang oleh panitia kongres Pengajaran Kolonial I di Den Haag untuk mengikuti kangres (1916) dan diminta untuk menyampaikan prasaran. Ki Hajar selalu berpendapat bahwa pendidikan seni adalah sangat penting, karena pendidikan kesenian (Pendidikan Estetis) dimaksudkan untuk menghaluskan perasaan terhadap segala benda lahir yang bersifat indah. Pendidikan estetis ini melengkapi pendidikan etis (moral) yang bertujuan menghaluskan hidup kebatinan anak. Dengan pendidikan etis ini anak dapat mengembangkan berbagai macam jenis perasaannya : religius, sosial, individual dan lain sebagainya.

Update : Perkembangan Virus Corona

Perkembangan Virus Corona

My-Dock / News - Perkembangan penyebaran Virus Corona saat ini sangatlah mengejutkan. Berdasarkan pantauan peta Gis & Data (06/02/2020) Virus Corona di Kota Wuhan sudah menginfeksi lebih dari 28.344 orang dan 565 orang meninggal akibat keganasan virus tersebut. Akan tetapi ada juga pasien yang sembuh, yakni sekitar 1.339 orang. China menjadi negara pertama paling banyak terjangkit Virus Corona yakni 28.085 pasien disusul jepang sebanyak 45 kasus dan singapura 28 kasus.


Semakin banyaknya pasien Virus Corona yang sebuh merupakan hasil dari kerja keras pemeritah China dalam menagani permasalahan tersebut. Pemerintah China membangun dua buah RS benama RS Houshenshan dan RS Leishenshan khusus untuk menangani Virus Corona. Pembangunan kedua RS tersebut sangatlah singkat sekitar 20 hari saja dan dapat menampung sekitar 2.600 pasien.- People's Daily

Pemerintah China juga dibantu oleh negara sahabat seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Turki, Iran, Uni Emirat Arab, Aljazair, Mesir, Australia, Selandia Baru, Trinidad and Tobago, Kazakhstan, Pakistan, Jerman, Inggris, Prancis, Hungaria, Belarusia dan UNICEF. Pemerintah China mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada Negara sahabat termasuk Indonesia yang ikut membantu menanggulangi Virus Corona.

Berdasarkan kabar dari kementerian kesehatan, di Indonesia belum ada yang terjangkit Virus Corona. Akan tetapi masyarakat diminta untuk selalu waspada dan selalu mejaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Dalam rangka menanggulangi Virus Corona, Pemerintah indonesia membentuk pusat informasi penanganan Virus Corona agar masyarakat mendapatkan informasi akurat terkait Virus Corona. Pembentukan pusat informasi tersebut berdasarkan keputusan Kepala Staf Kepresidenan, Menko Polhukam, Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan, Menteri Komunikasi dan Informastika, Menteri Sosial dan juga Kepala BNPB Doni Monardo. - kompas.com

Salah satu media penularan Virus Corona adalah melalui liur atau partikel kecil yang keluar saat bersin. Virus Corona termasuk jenis virus yang tidak dapat hidup tanpa sel, virus ini hanya bisa bertahan 24 jam di media benda mati. 

"Apabila ada seseorang yang terjangkit Virus Corona kemudian bersin dan liurnya menempel di sebuah benda kemudian ada seseorang yang menyentuh benda itu, seseorang yang menyentuh benda terkena liur tersebut kemungkinan besar akan tertular virus". - Amin Soebandrio, Kepala Lembaga Biologi Molekuler. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus sering mencuci tangan untuk mengurangi potensi tertular Virus Corona. - detik.com

Cara Merawat Jenazah Seorang Muslim Terjangkit Virus Corona

Cara Merawat Jenazah Seorang Muslim Terjangkit Virus Corona

Dinegara China tepatnya di kota Wuhan provinsi Hubei saat ini sedang terjangkit wabah virus corona. Berdasarkan berita yang beredar di media masa lebih dari 300 orang terjangkit virus dan 6 orang meninggal dunia akibat virus corona. Virus corona bisa menular melalui udara ataupun sentuhan fisik dengan orang yang terjangkit virus tersebut.

Baca Juga : Kegaduhan Akibat Virus Corona

Berdasarkan cuplikan berita diatas, bagaimana kalau beberapa orang yang meninggal akibat virus tersebut beragama islam. Apakah mayat orang yang tejangkit virus corona tersebut harus dimandikan dan dirawat sebagaimana aturan syariat terhadap mayit sehat. Selain itu bagaimana cara memandikan dan menguburkannya?

وَمَنْ تَعَذَّرَ غَسْلُهُ - لِفَقْدِ الْمَاءِ أَوْلِغَيْرِهِ كَأَنْ احْتَرَقَ أَوْلُدِغَ وَلَوْغُسِلَ لَتَهَرَّى أَوْخِيْفَ عَلَى الْغَاسِلِ وَلَمْ يُمَكِّنْهُ التَّحَفُّظُ (يُمِّمَ) وُجُوْبًا قِيَاسًا عَلَى غَسْلِ الْجَنَابَةِ وَلاَيُغْسَلُ مُحَافَظَةً عَنْ جُثَّتِهِ لِتُدْفَنَ بِحَالِهَا، وَلَوْوُجِدَ الْمَاءُ فِيْمَا إِذَايُمِّمَ لشفَقْدِهِ قَبْلَ دَفْنِهِ وَجَبَ غَسْلُهُ

(Dan jenazah yang sulit dimandikan) sebab tidak ada air atau selainnya, seperti terbakar atau terkena racun binatang dan bila dimandikan akan rontok, atau dikhawatirkan orang yang memandikan tertular - semisal racun dari tubuh jenazah dan tidak mungkin menjaga diri darinya maka jenazah itu ditayamumi secara wajib, karena diqiyaskan pada mandi Jinabah. dan tidak boleh dimandikan karena menjaga jasadnya agar dimandikan sesuai kondisinya. Dan bila sebelum penguburan ditemukan air dalam kasus jenazah ditayamumi karena tidak adanya air, maka jenazah wajib dimandikan. (Mughni al-Muhtaj ila Ma'rifah Alfazh al-minhaj).

Dari hadis diatas dapat ditarik kesimpuan bahwa jenazah atau mayat orang yang terjangkit virus corona tersebut tetap wajib untuk dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikubur sesuai dengan syariat islam. Untuk cara memandikannya memang harus menggunakan peralatan khusus supaya orang yang memandikan tidak tertular. Bisa juga meminta pertolongan rumah sakit untuk memandikan mayat yang terjangkit virus corona karena kurangnya peralatan jika dimandikan di rumah. sedangkan untuk pemakaman tidaklah harus dimakamkan di tempat terpisah asalkan dianggap telah bisa mencegah akibat penularannya. 

Cara merawat jenazah seorang muslim terjangkit virus tersebut tidak hanya untuk seseorang yang terjangkit virus corona saja, akan tetapi juga untuk mayat orang yang terjangkit virus atau penyakit lain yang menular.

Kegaduhan Akibat Virus Corona

Kegaduhan Akibat Virus Corona

Beberapa hari yang lalu heboh diberitakan adanya seseorang yang terjangkit virus corona di Indonesia, tepatnya seorang pegawai Huawei yang berkantor di Gedung BRI Jakarta. Setelah ditelusuri ternyata berita tersebut tidak benar. Ketidak benaran berita tersebut berdasarkan keterangan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakkit Kementrian Kesehatan Anung Sugihantono pada saat diwawancarai Tempo - 24/01/2020.

Anggota tubuh yang diserang oleh virus corona adalah sistem pernafasan dan bisa menyebabkan kematian apabila tidak segera mendapatkan pertolongan. Gejala yang timbul akibat terjangkit virus corona ini biasanya demam batuk dan sesak nafas (Sulianti Saroso - Direktur Medik dan Perawatan RSPI 24/01/20). Untuk menghindari penularan virus corona diharapkan untuk tidak bersentuhan dengan orang yang terjangkit dan selalu menggunakan masker.
Virus corona pertama kali ditemukan di wilayah Wuhan Provinsi Hubei China. Virus corona santer diberitakan berasal dari satwa liar kelelawar yang diperdagangkan secara ilegal di Wuhan China. Kebiasaan masyarakat China yang mengkonsumsi makanan ekstrim menjadi salah satu faktor munculnya virus corona. Beberapa makanan ekstrim yang sering dikonsumsi di sebagain wilayah China diantaranya adalah Testis Anjing, Kalajengking Goreng, Hotpot daging Anjing, Hasma, Huo Jia Lu, cakar Buaya, Laba-laba Goreng, guilinggao, sup ular, Baby Mice Wine, Burger Cindil,Plasenta Janin Manusia dan lain sebagainya (blogunik.com - merdeka.com). Sebelum virus corona, China juga menjadi tempat pertama munculnya virus SARS dan Flu Burung.

Virus corona tergolong jenis penyakit Zoonosis karena asal-usulnya berasal dari hewan dan menular ke tubuh manusia. Di negara China yang menjadi awal munculnya virus corona terdapat lebih dari 300 orang trindikasi terjangkit virus dan 6 orang meninggal dunia akibat virus corona. Tidak hanya di China, virus corona juga sudah menyebar kenegara tetangga seperti Jepang, Korea, Thailand dan Amerika Serikat. 

Karena penyebaran virus sangat cepat dan dampaknya bisa mengakibatkan kematian, pemerintah China menutup sementara akses masuk atau keluar kota Wuhan. Terdapat lebih dari 11 juta orang yang terisolasi di Wuhan, dampaknya semua orang berburu makanan untuk persediaan makanan dalam beberapa hari mendatang karena belum adanya kejelasan batas waktu penutupan kota Wuhan (liputan6.com). Penutupan kota Wuhan berlangsung hingga keadaan menjadi kondusif.

Saat ini vaksin atau obat untuk virus corona belum diketemukan, hal ini dikarenakan virus corona tergolong virus baru dan belum ada yang melakukan riset untuk pembuatan vaksin. Akan tetapi berdasarkan keterangan Wales Raina Maclntyre - kepala program penelitian biosekuriti di Kirby Institute menyatakan bahwa virus ini dapat dikendalikan tanpa obat-obatan atau vaksin. Pengendalian terhadap virus corona dapat dilakukan dengan peningkatan pengawasan, isolasi kasus, pelacakan kontak dan langkah-langkah pengendalian infeksi (kompas.com)

Agar tidak menyebabkan kegaduhan dimasyarakat, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada dalam menyikapi penyebaran virus corona. "Kita sudah siaga satu ini, enggak ada tidurnya. Jadi tenang, saya bekerja membantu masyarakat untuk tidak usah khawatir, Saya akan cek semua termasuk pintu-pintu masuk negara" (Terawan - Kemenkes 24/01/20).

Asal Usul Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol yang diangkat oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional berasal dari keluarga sederhana. Tuanku Imam Bonjol berasal dari daerah Minangkabau Sumatra Barat. Asal usul Tuanku Imam Bonjol tidak ada yang bisa menjelaskan secara pasti. Sumber yang ada berasal dari Dati Tambo, keluarga dari Tuanku Imam Bonjol dan juga keterangan dari penulis Belanda pada saat Indonesia masih dijajah Belanda.

Berikut merupakan Asal usul Tuanku Imam Bonjol yang penulis dapatkan dari Buku "Tuanku Imam Bonjol", ditulis oleh Drs. Mardjani Martamin tahun 1985. Dahulu kala (tidak disebutkan waktu yang tepat) datanglah dua orang bersaudara yakni Syekh Usman dan Hamatun dari negeri Maroko ke Minangkabau. Setelah melalui perjalanan jauh mereka menetap pada suatu negeri yang bernama Alai, Ganggo Mudik, salah satu tempat yang sekarang terletak di kecamatan Bonjol, kabupaten Pasaman. Pada waktu itu yang menjadi pemimpin kampung Alai, Ganggo Mudik adalah Datuk Sati.
Syekh Usman dan Hamatun oleh Datuk Ali diberi tempat tinggal di sebuah kampung bernama "Koto" yang sekarang bernama Padang Bulus, terletak sebelah selatan kampung Tanjung Bunga. Setelah menetap lama disana, Syekh Usman diangkat sebagai kepala kaumnya sebagai seorang penghulu atau kepala suku dengan gelar Datuk Sakih. Selain itu Syekh Usman juga disebut dengan Syekh Bagindo Suman karena mengajarkan ilmu agama Islam secara mendalam kepada masyarakat. Walaupun sudah puluhan tahun gelar beliau masih dipakai sampai sekarang di kampung Ganggo Hilir, kecamatan Bonjol sebagai gelar untuk Kadhi disana.

Saudara Syekh Usman yakni Hamatun menikah dengan seorang guru agama bernama Khatib Rajamudin atau sering disebut dengan Buya Nuddin yang bertempat tinggal di kampung Tanjung Bunga, Alahan Panjang. Khatib Rajamudin berasal dari nagari Sungai Rimbang, suatu daerah di Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh. Dari buah pernikahannya dengan Khatib Rajamudin, Hamatun dikaruniai empat anak bernama Muhammad Syawab, Sinik, Santun dan Halimatun. Muhammad Syawab atau sekarang terkenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol, lahir pada tahun 1772

Ayahanda Tuanku Imam Bonjol, Khatib Rajamuddin adalah seorang guru agama yang sangat taat menjalankan ibadah agama Islam. Hal ini sangat berpengaruh kepada Tuanku Imam Bonjol karena didikan dari ayahanda kemudiaan hari saat menjadi pemimpin, beliau mempunyai pandangan yang sangat teguh terhadap hukum Islam. Beliau tidak mudah terpengaruh oleh suasana lingkungan masyarakat yang bertentangan dengan hukum Islam. Hal inilah yang menyebabkan bertambah besarnya simpati rakyat terhadap beliau sebagai pemimpinnya.

Masa Pendidikan Tuanku Imam Bonjol
Sejak kecil Tuanku Imam Bonjol sudah didik oleh ayahnya tentang agama Islam. Beliau mendapatkan ilmu agama Islam dari ayahnya dengan berlandaskan pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Pada usia 7 (tujuh) tahun ayahanda Tuanku Imam Bonjol meninggal dunia, tepatnya pada tahun 1779. Pendidikan Tuanku Imam Bonjol tentang agama Islam kemdian diteruskan oleh neneknya yang bernama Tuanku Bandaharo yang tinggal di Kampung Padang Lawas dalam kenagarian Ganggo Hilir. Pada saat belajar agama dengan sang nenek, nama Muhammad Syawab (Tuanku Imam Bonjol) ditukar menjadi Peto Syarif  - Tidak ada keterangan secara spesifik kenapa nama beliau ditukar. Sama dengan ayahanda beliau mengajarkan Peto Syarif hukum Islam. Saat memuntut ilmu dengan sang nenek Tuanku Imam bonjol juga mempelajari ilmu tentang pandai besi, pertambangan dan ilmu beladiri. Ilmu tersebut merupakan kapandaian umum yang harus dimiliki oleh seorang pemuda Minangkabau pada waktu itu.

Karena kepandaian dan kecakapan Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Bandaharo tidak sanggup lagi memberikan pelajaran agama kepadanya karena semua pelajaran agama Islam yang diajarkan dapat diselesaikan dengan cepat. Setelah selesai menuntut ilmu dengan sang nenek Tuanku Imam Bonjol pergi meninggalkan kampungnya untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi lagi. Tujuan beliau dalam menuntut ilmu selanjutnya adalah di daerah kampung Muara di Pauh Gadis Kecamatan Suliki (kampung ayah beliau). Setelah selesai di sana kemudian Tuanku Imam Bonjol melanjutkan perjalanan mencari ilmu di Pasir Lawas di Palupuh. Setelah itu Tuanku Imam Bonjol kembali ke kampung beliau untuk mengajarkan dan mengembangkan agama Islam kepada masyarakat.

Tuanku Imam Bonjol merupakan seseorang yang haus akan ilmu pengetahuan. Setelah lama mengajarkan agama Islam dikampungnya beliau merasa ilmunya masih kurang, hal ini dikarenakan Tuanku Imam Bonjol dihadapkan dengan keadaan susunan masyarakat Minangkabau waktu itu masih sangat kuat berpegang pada kebiasaan lama yang menerut Tuanku Imam Bonjol hal itu sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam. Tujuan selanjutnya dalam mencari ilmu Tuanku Imam Bonjol di kampung Koto Tuo, Kenegarian Empat Angkat Candung, kebupaten agam. Disana Tuanku Imam Bonjol dan juga rekannya Datuk Bandaharo berguru kepada Tuanku Koto Tuo seorang ahli tarekat Naksyabandyah (suatu aliran tarekat yang dianggap lebih dekat dengan aliran Sunnah wal Jamaah). Pada waktu itu Tuanku Imam Bonjol berusia 20 tahun (tahun 1792), disana beliau mendapatkan banyak ilmu dari Tuanku Koto Tuo diantaranya Fiqih Islam, Al-Qur'an, Hadis Nabi dan juga masalah hukum kepercayaan aspek kehidupan sosial.

Tuanku Koto Tuo mengajarkan kepada murid-muridnya pengetahuan yang sempurna tentang Al-Qur'an. Beliau menekankan mengenai masalah keduniawian dan nilai masyarakat Minangkabau untuk memudahkan mengembangkan ajaran Islam, khususnya ditujukan untuk menanggulangi kemerosotan moral dan kebobrokan masyarakat pada waktu itu. Tuanku Koto Tuo mengajarkan kepada murid-muridnya supaya bertindak tegas dalam masyarakat, akan tetapi dalam mensyiarkan ajaran Islam sebaiknya dengan perlahan-lahan dan meyakinkan.

Tuanku Imam Bonjol menuntut ilmu dengan Tuanku Koto Tuo selama 8 (delapan) tahun. Beliau tamat belajar pada tahun 1800 dengan hasil sangat memuaskan dan mendapatkan gelar "Malin Basa". Gelar "Malin Basa"  mempunyai makna seorang Mualim "Malin"  besar "Basa". Dalam bahasa Minangkabau "Malin Basa" berarti seorang yang mengetahui secara mendalam tentang suatu masalah. Dalam hal ini "Malin Basa" merupakan seseorang yang sangat mengetahui seluk belu agama Islam serta pengalamannya.

Selesai menuntut ilmu pada Tuanku Koto Tuo (tahun 1800), Tuanku Imam Bonjol melanjutkan lagi pendidikannya ke wilayah Aceh. Disana beliau menuntut ilmu tidaklah lama sekitar 2 tahun. Pada tahun 1802 beliau kembali ke kampung halaman Alahan Panjang untuk memulai melakukan pembaharuan sesuai dengan ajaran agama yang beliau dapatkan.

Pada tahun 1803 Tuanku Imam Bonjol mengembara kewilayah Kemang untuk kembali menuntut ilmu. Disana beliau bertemu dengan seorang guru bernama Tuanku Nan Renceh. Tuanku Imam Bonjol berguru kepada Tuanku Nan Renceh untuk mendapatkan ilmu baru. Selain ilmu agama Tuanku Nan Renceh juga mengajarkan ilmu strategi perang kepada Tuanku Imam Bonjol. Beliau diajarkan bagaimana cara mengendarai kuda sambil memimpin pasukan, bagaimana taktik memimpin perang, bagaimana mencari tempat yang strategis untuk menyerang dan bertahan, bagaimana cara menguasai bawahan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan ilmu perang. 

Setelah 2 tahun Tuanku Imam Bonjol menuntut ilmu kepada Tuanku Nan Renceh, pada tahun 1805 Taunaku Imam Bonjol diperintahkan Tuanku Nan Renceh untuk mendirikan sebuah benteng Batusangkar. Pada saat pembangunan benteng tersebut Tuanku Imam Bonjol berkenalan dengan Haji Piobang. Buah dari perkenalan tersebut Tuanku Imam Bonjol mendapatkan pelatihan kemiliteran lebih lanjut. Setelah selesai mendirikan benteng  "Batusangkar", Tuanku Imam Bonjol kembali ke Kemang untuk menyelesaikan pendidikannya. Beliau mangakhiri pendidikan dengan Tuanku Nan Renceh pada tahun 1807.

Pada saat menuntut ilmu dengan Tuanku Nan Renceh, sekitar tahun 1803 Tuanku Imam Bonjol mendirikan sebuah gerakan yang tujuan utamanya untuk membersihkan praktek-praktek Islam yang tidak benar di masyarakat. Gerakan tersebut terkenal sampai sekarang dengan nama "Gerakan Paderi". Dengan munculnya gerakan tersebut, cita-cita Tuanku Imam Bonjol untuk melakukan pembaharuan dalam pelaksanaan ajaran Islam menjadi berkobar-kobar. Hal ini dikarenakan Tuanku Imam Bonjol mendapatkan kekuatan baru dari Tuanku Nan Renceh dan juga pengikut-pegikutnya.

Mengenal Sosok Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara dengan R.A. Sutartinah

Ki Hajar Dewantara adalah salah satu pahlawan nasional yang berjuang dalam bidang pendidikan di Indonesia (Pendidikan Nasional). Berkat perjuangannya, nama beliau terkenal baik didalam maupun di luar negeri. Ki Hajar Dewantara merupakan cucu dari Sri Paku Alam III, nama asli beliau adalah R.M. Suwardi Surjaningrat. Ki Hajar Dewantara lahir pada hari Kamis Legi tanggal 2 Mei 1889. Ayah beliau bernama Kanjeng Pangeran Harjo Surjaningrat putra dari Kanjeng Gusti Pangeran Hadipati Harjo Surjosasraningrat (Sri Paku Alam III). Ki Hajar Dewantara (R.M. Suwardi) menikah dengan R.A. Sutartinah, beliau adalah putri dari G.P.H. Sasraningrat adik dari G.P.H. Surjaninrat. Hubungan Ki Hajar Dewantara dengan sang istri (R.A. Sutartinah) adalah sudara sepupu.

Baca Juga : Asal Usul Tuanku Imam Bonjol

Ki Hajar Dewantara dan R.A. Sutartinah mempunyai jumlah saudara yang banyak. Berikut merupakan silsilah singkat dari Ki Hajar Dewantara dan R.A. Sutartinah :

Kanjeng Gusti Hadipati Harjo Surjosasraningrat (Sri Paku Alam III) mempunyai petra sejumlah 7 (tujuh) orang,
~*K.P.H. Purwoseputro
~*B.R.M.H. Surjohudojo
~*K.P.H. Surjaningrat (Ayah Ki Hajar Dewantara)
~*B.R.M.H. Surjokusumo
~*B.R. Ayu Nototaruno
~*G.P.H. Sasraningrat (Ayah R.A. Sutartinah istri Ki Hajar Dewantara)
~*G.B.R. Ayu Hadipati Paku Alam VI

Kanjeng Pangeran Harjo Surjaningrat (Ayah Ki Hajar Dewantara) mempunyai putra sebanyak 9 (sembilan) orang,
~*R.M. Surjopranoto
~*R.M. Surjosiworo
~*R. Ayu Suwartijah Bintang
~*R. Ayu Suwardinah Surjopratiknjo
~*R.M. Suwardi (Ki Hajar Dewantara)
~*R.M. Djoko Suwarto (K.R.T. Surjaningrat)
~*R.M. Suwarman Surjaningrat
~*R.M. Surtiman Surjodiputro
~*R.M. Harun Al-Rasid

Gusti Pangeran Harjo Sasraningrat (ayah R.A. Sutartinah) berputra 13 (tiga belas) orang,
~*R.M. Prawiraningrat
~*R.M. Nataningrat Sutjipto
~*R.M. Suprapto
~*R. Ayu Martodirjo
~*R.M. Surojo Sasraningrat
~*R.Aj. Sutarjinah (istri Ki Hajar Dewantara)
~*R.Aj. Sukapsilah
~*R.M. Sujatmo
~*R.M. Sudarto Sasraningrat
~*R.Aj. Sulastri - Sujadi Darmoseputro
~*R.M. Sancojo Sasraningrat
~*R.Aj. Sukimin Hardjodiningrat

Ki Hajar Dewantara masih berhubungan kerabat dengan sang istri R.A. Sutarjinah karena sama-sama keturunan dari Sri Paku Alam III. Kadipaten Paku Alam merupakan salah satu kerajaan dari empat kerajaan di Jawa Tengah. Berdirinya kadipaten tersebut adalah yang paling akhir dibandingkan dengan tiga kerajaan lainnya. Jika Kerajaan Yogyakarta merupakan pecahan dari kerajaan Mataram yang berpusat di Surakarta (pemecahan ini berdasarkan ketentuan dalam perjanjian damai Gianti : 1755). Mangkunegaraan berdiri pada 1757 berdasarkan ketentuan perdamaian Salatiga.

Ki Hajar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959, beliau wafat setelah melaksanakan tugas luhur mengabdi kepada bangsa Indonesia sejak berusia 24 tahun. Ki Hajar Dewantara merupakan perintis kemerdekaan, perintis pendidikan dan kebudayaan nasional. Karena perjuangannya tersebut beliau diangkat oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Bangsa dan Bapak Pendidikan di Indonesia.

Untuk mengenang perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia dibuatlah film dokumenter yang dibuat oleh perusahaan film negara. Pembuatan film tersebut dimulai pada tahun 1959 dan diakhiri pada 29 April 1959 bertepatan dengan pemakaman jenazah Ki Hajar Dewantara.

Tambahan (saran untuk Menteri Pendidikan dan Presiden RI)
Sebagai tambahan saya sangat setuju jika pendidikan sejarah khususnya sejarah kemerdekaan Indonesia diadakan lagi mulai dari pendidikan tingkat dasar. Menurut saya itu penting agar generasi muda Indonesia mengetahui, meneladani dan meneruskan perjuangan para pahlawan yang sudah mengorbankan jiwa, raga dan hartanya demi kemerdekaan Indonesia. Selain itu juga untuk memperkuat jiwa kebangsaan generasi muga Indonesia agar tidak mudah terpengaruh oleh aliran-aliran radikal yang ingin memecah belah PANCASILA dan NKRI.

Bantu Anak Mengatasi Kecanduan Smartphone


Perkembangan dunia teknologi saat ini sudah tidak bisa dibendung lagi. Dengan adanya pasar bebas  dan juga perang dagang antar negara merupakan salah satu faktor penyebab sangat cepatnya perkembangan teknologi. Teknologi komunikasi contohnya, Smartphone dengan spesifikasi yang tinggi bisa dibeli dengan harga murah sehingga sekarang anak usia TK atau SD sudah banyak yang mempunyai Smartphone sendiri. 

Kelihatannya sepele tapi Smartphone tersebut mempunyai dampak positif dan juga negatif apabila salah dalam penggunaan atau pengawasannya jika diberikan kepada anak usia dini. Beberapa waktu lalu viral diberitakan banyak sekali anak yang kecanduan main game online melalui media Smartphone. Dampaknya anak tersebut mengalami gangguan mental hingga menjadi seperti orang gila "Ngeri Juga Ya". Setelah mengetahui dampak buruk Smartphone bagi anak, mulai saat ini sebagai orang tua dari anak-anak generasi penerus bangsa kita harus bijak dalam pemberian izin anak menggunakan Smartphone.

Anak yang sudah kecanduan menggunakan Smartphone biasanya anak tersebut kegiatan sosialnya kurang, seperti tidak mau sekolah, diajak teman bermain diluar tidak mau jadi anak tersebut tidak mau melakukan aktivitas lain selain bermain Smartphone. Jika sudah dalam keadaan tersebut biasanya anak akan sulit untuk diajak berkomunikasi. Ketika diajak ngobrol anak yang sudah kecanduan Smartphone sering kali cuek dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Apabila kecanduannya menjadi semakin parah, biasanya anak akan mudah sekali marah dan membangkang kepada orang tua karena tidak diizinkan menggunakan Smartphonenya. Kemudian anak akan mulai berbohong kepada orang tua dan menggunakan Smartphonenya secara sembunyi-sembunyi agar tidak dimarahi.

Smartphone sebenarnya tidak boleh diberikan kepada anak-anak, karena dampak buruknya lebih besar jika dibandingkan dengan dampak baiknya. Smartphone memancarkan radiasi tinggi dan sangat berbahaya terhadap perkembangan otak anak. penggunaan smartphone, internet, gadget dan TV yang berlebihan oleh anak mengakibatkan tantrum, gangguan proses belajar, tidak bisa fokus, gangguan pada mata, anemia, kelainan mental, agresif, gangguan kognitif, anak menjadi tidak mandiri dan menjadi anak yang mempunyai sifat implusif.

Setelah mengetahui tanda-tanda anak mulai kecanduan Smartphone dan juga dampak buruk yang dihasilkan dari alat tersebut, sebagai orang tua harus pandai-pandai dan juga bijak dalam penggunaan dan pemberian izin anak dalam menggunakan Smartphone. Untuk mengatasi anak-anak kita dari dampak buruk penggunaan Smartphone orang tua harus menjadi contoh yang baik terhadap anak-anak. Sebagai orang tua harus tegas terhadap anak-anaknya khususnya dalam penggunaan dan pemberian waktu untuk menggunakan Smartphone.

Batasi penggunaan Smartphone terhadap anak dan sering-seringlah mengajak anak untuk bermain diluar rumah. Ajaklah anak-anak bermain permainan tradisional yang saat ini mulai ditinggalkan. Sebagai orang tua, dulu juga pasti pernah mengalami usia anak-anak dan pernah bermain permainan jaman dulu sebelum ada Smartphone. Ingat-ingatlah dan ajarkan kepada anak-anak pasti akan menarik dan asik. Selain itu anda juga bisa mengajak anak-anak bermain di taman sehingga anak bisa bersosialisasi dengan anak lain atau temannya.

Sering-seringlah berkomunikasi dengan anak, jelaskan dan beri pemahaman kepada anak maksud dan tujuan anda membatasi penggunaan Smartphone. Semoga dengan sering mengajak anak berkomunikasi masalah kecanduan Smartphone bisa diatasi.

Apabila semua hal diatas sudah anda kerjakan dan tidak membuahkan hasil cobalah untuk berkomunikasi dengan dokter.

Penentuan Lebaran 2019 Metode Ephemeris

Penentuan Lebaran 2019 Metode Ephemeris

My Dock - Dalam rangka menentukan awal bulan ada tiga metode yang digunakan di Indonesia. Metode yang pertama adalah Ru'yatul Hilal (Melihat bulan baru secara langsung), kedua adalah metode Hisab Ru'yah (menentukan awal bulan dengan metode perhitungan) dan ketiga adalah menggunakan kedua metode tersebut. 

Perhitungan untuk menentukan awal bulan sendiri ada banyak sekali macamnya, metode Nautica Almanac, Ephemeris, Nurul Anwar dan masih banyak sekali metode perhitungan untuk menentukan awal bulan. Setelah kemarin saya sudah mencoba menghitung 1 Syawal 1440H / Lebaran 2019 dengan metode Almanac Nautica, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menghitung awal 1 Syawal 1440 / Lebaran 2019 dengan metode Ephemeris.

Baca Juga : Lebaran 2019 dalam Perhitungan Metode Almanac Nautica

Rumus metode Ephemeris ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan metode Almanac Nautica, yang membedakan adalah sumber data yang digunakan. Metode Ephemeris sumber datanya mengambil dari program yang disebut dengan Winhisab. Pada program Winhisab ini kita bisa mengambil data setiap tahunnya tanpa harus membeli. Untuk rumus yang digunakan diantaranya,

Rumus Menentuka Ijtima'
I = Jam FIB + (ELM - ALB) / (SB - SM) + Time Zone

Rumus Mencari Sudut Waktu dan Saat Tenggelam Matahari
Dip = 1.76 √ Ketinggian Tempat / 60
H.m = -SD - Refr - Dip
T.m = Cos-1 (-tan P x tan D + sin H.m / Cos P / Cos D)
Gh.= 12 - E + (105 + T.m - L)/15

Rumus Asensiorekta Matahari (ARM), Bulan (ARB), Declinasi Bulan (DB), Sudut Waktu Bulan (SB) serta Tinggi Bulan Hakiki
ARM, ARB dan DB = A - (A - B) x C
T.b = ARM - ARB + T.m
H.= Sin-1 (Sin P x Sin D + Cos P x Cos D x Cos T.b)

Rumus Mencari Tinggi Mar'i, Mukuts dan Saat Hilal Tenggelam.
Paralax = H.b x Hp (Pukul 11.00)
Refraksi = (0.0167 / tan( H.b + 7.31 / (H.b2+4.4)))
Mukuts = H.b / 15
Hilal Tenggelam = Gh.m + Mukust

Rumus Mencari Azimut Matahari (AM) dan Azimut Bulan (AB)
AM = Tan-1 (-Sin P / Tan T.m + Cos P x Tan D / Sin T.m)
AB = Tan-1 (-Sin P / Tan T.b + Cos P x Tan D.b / Sin T.b)

Rumus Menghitung Jarak Matahari dengan Bulan dan Arah Ru'yatul Hilal
JMB = AB - AM
ARB = 270 + AB

Perhitungan
Lokasi : Tanjung Kodok
Lintang Tempat (P) : -06° 51’ 50’’
Bujur Tempat (L) : 112° 21’ 28’’
Selisih Waktu : 7
Ketinggian Tempat : 10 m
Ijtima' Bulan : Syawal 1440 H
Tanggal : 3 Juni 2019

Rumus Menentuka Ijtima'
FIB Terkecil : 0.00069
Jam FIB : 10 GMT
ELM
72° 34’ 13’’     Pukul 10 GMT
72° 36’ 37’’  -  Pukul 11 GMT
  0° 2’ 24’’  (SM)

ALB
72° 31’ 41’’     Pukul 10 GMT
73°   5’ 55’’  -  Pukul 11 GMT
  0° 34’ 14’’  (SB)

I = Jam FIB + (ELM - ALB) / (SB - SM) + Time Zone
I = 10 + (72° 34’ 13’’ - 72° 31’ 41’’) / (0° 34’ 14’’ - 0° 2’ 24’’ ) + 7
I = 17° 4’ 46’’ Pukul : 17:4:46 Wib

Ijtima' pada tanggal 3 Juni 2019 pukul 17:4:46 Wib

Rumus Mencari Sudut Waktu dan Saat Tenggelam Matahari
Declinasi (D) Pukul 11 GMT : 22° 18’ 14’’
Equation of Time (E) Pukul 11 GMT : 0° 1’ 53’’
Semi Diameter (S.D) Pukul 11 : 0° 15’ 46,6’’
Refracsi : 0° 34’ 30’’

Dip = 1.76 √ Ketinggian Tempat / 60
Dip = 1.76 √ 10 / 60
Dip = 0° 5’ 33,94’’

H.= -SD - Refr - Dip
H.= -0° 15’ 46,6’’ - 0° 34’ 30’’ - 0° 5’ 33,94’’
H.= -0° 55’ 50,54’’

T.m = Cos-1 (-tan P x tan D + sin H./ Cos P / Cos D)
T.m = Cos-1 (-tan -06° 51’ 50’’ x tan 22° 18’ 14’’ + sin -0° 55’ 50,54’’ / Cos -06° 51’ 50’’ / Cos 22° 18’ 14’’)
T.m = 88° 11’ 1,33’’

Gh.= 12 - E + (105 + T.m - L)/15
Gh.= 12 - 0° 1’ 53’’ + (105 + 88° 11’ 1,33’’ - 112° 21’ 28’’)/15
Gh.= 17° 21’ 25,22’’

"Tenggelam Matahari pada tanggal 3 Juni 2019 adalah pukul 17:21:25 Wib"

Rumus Asensiorekta Matahari (ARM), Bulan (ARB), Declinasi Bulan (DB), Sudut Waktu Bulan (SB) serta Tinggi Bulan Hakiki
ARM, ARB dan DB = A - (A - B) x C

ARM
71°   5’ 57’’        (A) Pukul 10 GMT
71°   8’ 31’’        (B) Pukul 11 GMT
  0° 21’ 25,22’’   (C) Menit dan Detik Gh.m
71°   6’ 51,98’’   Hasil

ARB
71° 28’ 35’’        (A) Pukul 10 GMT
72°   4’ 12’’        (B) Pukul 11 GMT
  0° 21’ 25,22’’   (C) Menit dan Detik Gh.m
71° 41’ 17,92’’   Hasil

DB
19° 18’ 36’’        (A) Pukul 10 GMT
19° 25’ 23’’        (B) Pukul 11 GMT
  0° 21’ 25,22’’   (C) Menit dan Detik Gh.m
19° 21’ 13’’        Hasil

T.= ARM - ARB + T.m
T.= 71°   6’ 51,98’’ - 71° 41’ 17,92’’ + 88° 11’ 1,33’’
T.87° 36’ 35,39’’

H.= Sin-1 (Sin P x Sin DB + Cos P x Cos DB x Cos T.b)
H.= Sin-1 (Sin -06° 51’ 50’’ x Sin 19° 21’ 13’’ + Cos -06° 51’ 50’’ x Cos 19° 21’ 13’’ x Cos 87° 36’ 35,39’’)
H.= -0° 1’ 51,4’’

Rumus Mencari Tinggi Mar'i, Mukuts dan Saat Hilal Tenggelam.
Paralax = Cos H.x Hp (Pukul 11.00)
Paralax = Cos -0° 1’ 51,4’’ x 0° 58’ 7’’
Paralax = 0° 58’ 7’’

Refraksi = (0.0167 / tan( H.b + 7.31 / (H.b2+4.4)))
Refraksi = (0.0167 / tan(-0° 44’ 8,29’’ + 7.31 / (-0° 44’ 8,29’’+4.4)))
Refraksi = 0° 45’ 35,1’’

-0° 1’ 51,4’’ }-------{(H.b)
 0° 58’ 7’’  - }-------{(Paralax)
-0° 59’ 58,4’’
 0° 15’ 50,11’’ - }--{(SDB)
-1° 15’ 48,51’’
 0° 45’ 35,1’’ + }---{(Refraksi)
-0° 30’ 13,41’’
 0° 5’ 33,94’’ + }---{(Dip)
-0° 24’ 39,47’’ }-------{(H.b') Tinggi Hilal Mar'i

Mukuts = H.b' / 15
Mukuts = -0° 24’ 39,47’’ / 15
Mukuts = -0° 1’ 38,63’’

Hilal Tenggelam = Gh.+ Mukust
Hilal Tenggelam = 17° 21’ 25,22’’ + -0° 1’ 38,63’’
Hilal Tenggelam = 17° 19’ 46,59’’

Rumus Mencari Azimut Matahari (AM) dan Azimut Bulan (AB)
AM = Tan-1 (-Sin P / Tan T.m + Cos P x Tan D / Sin T.m)
AM = Tan-1 (-Sin -06° 51’ 50’’ / Tan 88° 11’ 1,33’’ + Cos -06° 51’ 50’’ x Tan 22° 18’ 14’’ / Sin 88° 11’ 1,33’’)
AM = 22° 21’ 20,11’’

AB = Tan-1 (-Sin P / Tan T.b + Cos P x Tan D.b / Sin T.b)
AB = Tan-1 (-Sin -06° 51’ 50’’ / Tan 87° 36’ 35,39’’ + Cos -06° 51’ 50’’ x Tan 19° 21’ 13’’ / Sin 87° 36’ 35,39’’)
AB = 19° 29’ 42,02’’

Rumus Menghitung Jarak Matahari dengan Bulan dan Arah Ru'yatul Hilal
JMB = AB - AM
JMB = 19° 29’ 48,62’’ - 22° 21’ 20,11’’
JMB = -02° 51’ 38,09’’

ARB = 270 + AB
ARB = 270 + 19° 29’ 42,02’’
ARB = 289° 29’ 42,2’’

Kesimpulan :
Bulan baru (Ijtima') 1 Syawal 1440 H / Lebaran 2019 terjadi pada tangal 3 Juni 2019 pada pukul 17:04:46 Wib. Tenggelam Matahari terjadi pada pukul 17:21:25 Wib ketinggian hilal hakiki -0° 1’ 51,4’’  dan ketinggian hilal Mar'i -0° 24’ 39,47’’. Keadaan Hilal (bulan baru) dibawah ufuk. "Awal bulan Syawal 1440 H jatuh pada tanggal 5 Juni 2019".

Niat dan Do'a Menjalankan Amalan Bulan Ramadan



Niat.. Banyak sekali yang mendefinisikan kata niat, seperti tekad bulat dalam hati, sesuatu yang disengaja dan lain sebagainya. Kalau menurut saya niat adalah keinginan berasal dari hati untuk melakukan sesuatu perbuatan dan dilakukan dengan ikhlas. Niat ini sangat penting untuk diucapkan saat akan melaksanakan ibadah baik sunah muapun wajib. Pelafalannya sendiri bisa dalam hati atau diucapkan. Terkait dengan pentingnya Niat saat akan melaksanakan ibadah, Nabi pernah berkata "Segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan niatnya". Jadi apabila seseorang melaksanakan ibadah tanpa diawali dengan niat, maka ibadah seseorang tersebut akan sia-sia bahkan menjadi tidak sah.

Niat akan lebih sempurna apabila diakhiri dengan do'a. Do'a merupakan keinginan dengan harapan dikabulkan dari seorang hamba kepada sang pencipta (Allah SWT). Do'a dilakukan untuk menunjukan rasa patuh, taat dan rendah diri kepada Allah SWT.

Dibulan Ramadan ini banyak sekali amalan-amalan yang apabila dikerjakan pahalanya dapat berlimpah. Agar dalam menjalankan amalan bulan Ramadhan tidak sia-sia maka kita harus tahu dan mengucapkan niat dan do'anya. Berikut adalah niat dan do'a dalam menjalankan amalan bulan ramadan.


Melaksanakan Makan Sahur
Dalam menjalankan makan sahur, Nabi Muhammad menganjuran untuk mengakhirkan waktunya mendekati imsak. Jangan sampai lupa, selesai menyantap makan sahur diwajibkan untuk niat puasa Ramadan. Berikut Niat Puasa Ramadan,

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالَى

Artinya:
"Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala".

Buka Puasa
Berbeda dengan saat makan sahur, Rasulullah menganjurkan menyegerakan untuk berbuka puasa apabila sudah waktunya. Do'a buka puasa adalah sebagai berikut,

اَللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ وَبِكَ امَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكََلْتُ, وَرَحْمَتَكَ رَجَوْتُ, وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَبْتَلَّتِ العُرُقُ, وَثَبَتَ الاجْرُ اِنْ شَاءَ اللهُ.

Artinya:
"Wahai Allah, kepadamu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka. epada engkau aku beriman, kepada Engkau aku berserah diri. Hanya rahmat-Mu yang aku harapkan dan hanya kepada-Mu aku bertobat. Telah hilang rasa haus dan otot-otot telah basah kembali. Dan pahala pasti tetap, Insya Allah".

Do'a Akan Membaca Al-Qur'an

اللّهُمَ فْتَحْ عَلَىَّ حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَىَّ رَحْمَتَكَ وَذَكِّرْنِى مَانَسِيْتُ يَاذَالْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Artinya:
“Ya Allah bukakanlah hikmah-Mu padaku,bentangkanlah rahmat-Mu padaku dan ingatkanlah aku terhadap apa yang aku lupa, wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan”.

Do'a Setelah Membaca Al-Qur'an

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِىْ بِالقُرْانِ. وَاجْعَلْهُ لِى اِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَّرَحْمَةً. اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِى مِنْهُ مَانَسِيْتُ وَعَلِّمْنِى مِنْهُ مَاجَهِلتُ. وَارْزُقْنِى تِلاَ وَتَهُ انَاءَ اللَّيْلِ وَاَطْرَافَ النَّهَارٍ. وَاجْعَلْهُ لِى حُجَّةً يَارَبَّ العَالَمِيْنَ.

Artinya:
“Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur’an yang agung, jadikanlan ia bagiku cahaya petunjuk rahmat. Ya Allah, ingatkanlah apa yang telah aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya, anugrahkanlah padaku kesempatan membacanya pada sebagian malam dan siang, jadikanlah ia hujjah yang kuat bagiku, wahai tuhan seru sekalian alam”.

Niat Shalat Tarawih

اُصَلِّى سُنَةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا / مَأْمُوْمًا / أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati imāman ma’mūman adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

Do'a Setelah Shalat Tarawih

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta lawâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa ilal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya:
“Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” (Lihat Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Niat Shalat Witir

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا / مَأْمُوْمًا / أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an imāman / makmūman / adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku menyengaja sembahyang sunnah bagian dari shalat Witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam / makmum karena Allah SWT.”

Do'a Shalat Witir

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَا فِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَّامَ الْعَافِيَّةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَّةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَا مَنَا وَقِيَا مَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Artinya:
"Ya Allah, kami mohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyu', ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar,amal yang shalih, agama yang lurus, kebaikan yang banyak.kami mohon kepada-Muampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesaama manusia. Ya Allah, tuhan kami terimalah dari kami: shalat, puasa, ibadah, kekhusyu'an, rendah diri dan ibadaha kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad s.a.w, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semestra alam.

Niat I'tikaf di Masjid

نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالى

Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”

Niat Zakat Fitrah

a. Untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

b. Untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

c. Untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

d. Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

e. Untuk Orang yang diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Lebaran 2019 dalam Perhitungan Metode Almanac Nautica

Lebaran 2019 dalam Perhitungan Metode Almanac Nautica
Youssef Ismail ~ Organic Light Photography
My Dock - Almanac Nautica merupakan sebuah data numberik yang menggambarkan posisi dan peredaran benda langit diatas permukaan bumi. Almanac Nautica berdasarkan fungsinya dibuat untuk menentukan arah dan posisi kapal saat berada di lautan luas (berlayar). Data dalam Almanac Nautica sangatlah lengkap menentukan posisi benda langit di atas permukaan bumi dalam deklinasi dan sudut jam Greenwich Mean Time setiap jam dalam satu tahun, dimana matahari, bulan, planet dan titik pertama Aries beredar diatas bumi.  Almanac nautica pertama kali  diterbitkan di inggris pada tahun 1767 oleh HM Nautical Almanac Office dan di Amerika pada tahun 1852 oleh US Naval Observatory.

Dalam keguanaanya sebagai petunjuk arah dan posisi kapal saat berlayar, di Indonesia Almanac Nautica juga digunakan untuk menentukan posisi matahari dan bulan saat memasuki bulan baru (hisab awal bulan). Berhubung saat ini adalah bulan Ramadhan, saya akan mencoba menghitung 1 Syawal 1440 atau lebarang 2019 menggunakan data dari Almanac Nautica.


Pada perhitungan kali ini saya mengambil tempat di Tanjung Kodok sebagai tempat untuk Rukyatul Hilal. Data yang dipergunakan untuk menghitung awal 1 Syawal / Lebaran 2019 adalah sebagai berikut,

Awal Bulan : Syawal 1440 H
Markaz Penanggalan : Tanjung Kodok
Lintang Tempat (P) : -06°  51’  50’’
Bujur Tempat (L) : 112°  21’  28’’
Tinggi Tempat : 10 m.
Metode : Almanac Nautica

PERHITUNGAN
1. Ijtima’ Akhir Ramadhan 1440 H. 




Akhir Ramadan tahun 1440 H atau akhir bulan puasa tahun 2019 diperkirakan jatuh pada Tanggal 03 Juni 2019 pukul :  10.02 GMT, selisih waktu 07.00m.  10.02 + 07.00 =  17.02 WIB  (Apabila lebih dari 24 Jam maka dikurangi 24 jam).

Ijtima’ Akhir Bulan Ramadhan 1440 H, Jatuh pada tanggal 03 Juni 2019 pukul : 17.02 WIB.

2. Tenggelam Matahari, Tanggal 03 Juni 2019 
Data: Lintang (P) : -06°  51’  50’’
Bujur (L) : 112°  21’  28’’
Eqn.Of  Time (E) : 00j  01m  52d
Declinasi M (dm) : 22°  18’  2’’

Tinggi Matahari (H) :  0 – SDM – Ref – (1.76 V m)/60
0 – 00° 15’ 8’’ – 00° 34’ 30’’ – 00° 05’ 33.94’’ = -00°  55’  11.94’’ (h)

Rumus (Tm) : cos-1 (-tan p. tan d + sin h / cos p / cos d )
cos-1 (-tan -06°  51’  50’’ x tan 22°  18’  2’’ + sin -00°  55’  11.94’’ / cos -06°  51’  50” / cos  22°  18’  2’’ ) = 88°  10’  20.9’’

Rumus (Gh) : 12 – E + (( TZ x 15 ) – L + Tm ) / 15
12 – 0° 1’ 52’’ + (( 10 x 15 ) – 112°  21’  28’’  + 88°  10’  20.9’’ ) / 15
Gh = 17° 21’ 23,53’’

3. Sudut Waktu Bulan (tb)
Rumus ; Interpolasi A – ( A – B) X C / 1
GHA                            WAKTU
330°  28’ 2.00’’}--------{10.00 GMT
345°  28’ 1.00’’}--------{11.00 GMT
000°  21’ 23.53’’
335°  48’  54.5’’
112°  21’  28’’ + }-------{Bujur Tempat (L)
448°  10’  22.5’’
360°                      - }----{Satu Lingkaran)
  88°  10’  22.59’’}-------{Sudut Waktu Bln (Tb) 
Declinasi (Db)          WAKTU
19° 18’ 6.00’’             10.00 GMT
19° 25’ 4.00’’             11.00 GMT
00° 21’ 23.53’’
19° 20’ 35.3’’

HP                              WAKTU
00°  58’  1’’                 10.00 GMT
00°  58’  1’’                 11.00 GMT
00°  21’  23.53’’
00°  58’  1’’

4. Tinggi Hilal Hakiki dan Mar’i 
Data: Lintang (P)  -06°  51’  50’’
Declinasi Bulan (Db) :  19° 20’ 34.54’’
Sudut Waktu B (Tb) :  88°   9’   19.1’’

Rumus:  sin-1 (sin P . sin D + cos P . cos D . cos T )
sin-1 (sin -06° 51’ 50" x sin 19° 20’ 35.3’’ + cos -06° 51’ 50’’ x cos 19° 20’ 35.3’’  x cos 88° 10’ 22.59") =  0° 32’ 24.89”
-0°  33’  24.43”      Tinggi Hilal Hakiki (h)
 0°  58’  0.84”  -      Paralaxs (HP X cos h)
-1°  31’  25.27”
 0°  15’  8”        - Semi Diamter Mthri (Data Nautika)
-1°  46’  33.27”
 0°  56’  50.78”  + Pembiasan Cahaya (Daftar Refraksi)
-0°  49’  42.49”
 0°  05’  33.94”  +   Kerendahan Ufuk (D’)
-0°  44’  8.55”         Tinggi Hilal Mar’i (h’)

5. Muktsul Hilal dan Tenggelam Bulan
Muktsul Hilal :  Tinggi Hilal mar’i (h’) / 15
-0°  44’  8.55” / 15 =
-0°  2’  56.57”       Muktsul Hilal
17° 21’ 23,53’’  +   Tenggelam Matahari
17° 18’ 26,96’’      Tenggelam Bulan

6. Azimut Matahari dan Bulan (untuk mengetahui kedudukan dan Posisi Hilal)
Matahari : dm 22°  18’  2’’  tm : 88°  10’  20.9’’
Bulan :  db 19° 20’ 35.3’’  tb : 88°  10’  22.59’’

Rumus : tan-1 (1/(-sin p / tan t + cos p . tan d / sin t ))
67°  38’  47.22’’      Azimut Matahari (Az M)
70°  34’  54.22’’ -   Azimut Bulan (Az B)
  2°  56’  7’’        Selisih Az M/Az B

Kedudukan Hilal berada di selatan Matahari sejauh  2°  55’  53.95’’ dengan posisi mering keselatan

7. Arah Rukyah
OB = 300cm / tan Az B : 300 / tan  840  13’  59.77” = 105 cm
FG  = 300cm / Ctg h’ : 300/ ( 1/tan 050  05’  48.83” = 2 cm

8. Kesimpulan
Ijtima’ Akhir Ramadhan 1440 H : Tgl. 3 Juni 2019
Pukul: 17j  02m  WIB
Tenggelam Matahari (Awal Rukyat) : 17j   21m  23.53d
Tinggi Hilal Mar’i (Hasil Koreksi) -0°  44’  8.55”
Tenggelam Bulan (Akhir Rukyat) 17° 18’ 26,96’’
Kedudukan Hilal:  2°  56’  7’’  (dibawah ufuk)
Tanggal 1 Syawal 1440 H :Tanggal 5 Juni 2019