Almanac Nautica 1990 - 2020

Almanac Nautica
Almanac Nautica - Kata Almanak berasal dari bahasa arabألمناخ  al-manaakh yang mempunyai arti musim atau iklim. Sedangkan menurut istilah, kata almanak berarti suatu publikasi tahunan yang mengandung informasi tabular pada suatu atau beberapa topik yang disusun sesuai dengan kalender.

Sedangkan Almanac Nautica adalah data astronomi yang dikeluarkan oleh badan antariksa Amerika Serikat setahun sekali. Dalam Almanac Nautica  ini memuat tentang daftar Declinasi, Equation of Time, waktu terbit dan tenggelamnya matahari dan bulan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan data benda-benda langit.

Untuk mendapatkan Almanac Nautica dalam bentuk buku kita harus memesan atau membeli dari TNI-AL. Hal ini dikarenakan Almanac Nautica tidak diperjual belikan secara bebas ditoko buku. Akan tetapi disini teman-teman yang saat ini sedang belajar Ilmu Falak ataupun yang lainnya bisa mendownload Almanac Nautica secara cuma-cuma melalui link dibawah ini:

A. Nautika 1990 (Download) 
A. Nautika 1991 (Download)   
A. Nautika 1992 (Download)
A. Nautika 1993 (Download)
A. Nautika 1994 (Download)
A. Nautika 1995 (Download)
A. Nautika 1996 (Download)
A. Nautika 1997 (Download)
A. Nautika 1998 (Download)
A. Nautika 1999 (Download)
A. Nautika 2000 (Download)
A. Nautika 2001 (Download)
A. Nautika 2002 (Download)
A. Nautika 2003 (Download)
A. Nautika 2004 (Download)
A. Nautika 2005 (Download)
A. Nautika 2006 (Download)
A. Nautika 2007 (Download)
A. Nautika 2008 (Download)
A. Nautika 2009 (Download)
A. Nautika 2010 (Download)
A. Nautika 2011 (Download)
A. Nautika 2012 (Download)
A. Nautika 2013 (Download)
A. Nautika 2014 (Download)
A. Nautika 2015 (Download)  S. Almanac 2015 (Download)  A. Phenomena 2015
A. Nautika 2016 (Download)  S. Almanac 2016 (Download)  A. Phenomena 2016
A. Nautika 2017 (Download)  S. Almanac 2017 (Download)  A. Phenomena 2017
A. Nautika 2018 (Download)  S. Almanac 2018 (Download)
A. Nautika 2019 (Download)  S. Almanac 2019 (Download)
A. Nautika 2020 (Download)  S. Almanac 2020 (Download)

Tips Menyimpan Artikel Dari Website

My-Dock - Setelah lama tidak membuat artikel di blog pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tips yaitu menyimpan artikel atau halaman website dengan format .pdf. Software yang saya gunakan yaitu menggunakan aplikasi yang bernama Doro PDF Writer. Aplikasi ini sangat berguna jika kita ingin menyimpan artikel-artikel penting dari website. 

Cara kerja aplikasi Doro PDF Writer ini adalah dengan mencetak (Print) halaman kemudian dicomvert menjadi file (.pdf).  Jadi pada saat mengambil artikel dari website kita tidak perlu Copy dan Paste ke Microsoft Word. Tinggal klik tombol Ctrl + P trus kita tekan tombol Creat PDF kita sudah bisa mendapatkan artikel dari Website dalam bentuk (.pdf). 

Untuk lebih jelasnya berikut saya beritahukan langkah demi langkah dalam menggunakan aplikasi Doro tersebut.

Download dan Instal Aplikasi Doro. Klik link dibawah untuk mendownload Aplikasi,


Setelah aplikasi terinstal pada PC/Leptop atau notebook sekarang waktunya kita menyimpan artikel dari website dengan cara klik tombol kombinasi (Ctrl + P) bersamaan, maka akan muncul jendela printer.
Doro PDF Writer
Selanjutnya ubah printer menjadi Doro PDF Writer.

Doro PDF Writer

Kemudian klik "Cetak".

Doro PDF Writer

 Maka Aplikasi Doro PDF Writer akan muncul. seperti pada tampilana dibawah ini.

Doro PDF Writer

Klik Link lokasi file nomor 4 pada gambar diatas untuk merubah lokasi penyimpanan dan klik "Create" untuk memulai menyimpan artikel.

Kekurangan dari aplikasi Doro ini adalah kita tidak bisa mengedit file .pdf yang dihasilkan. Semoga sedikit tips menyimpan halaman website menggunakan Aplikasi Doro ini bisa membantu kita semua dalam menyimpan artikel dari Website. Terimakasih.....

Lawakan Gus Dur tentang Letkol Prabowo Dan Preman Cengkareng

Lawakan Gus Dur tentang Letkol Prabowo Dan Preman Cengkareng
My-Dock - Perkenalan Gus Dur dengan Prabowo Subianto terjalin lewat penyampaian pesan dari mantan Presiden Soeharto kepada sang Ketua Umum PBNU. Waktu itu Prabowo berpangkat Letnan Kolonel dan menyampaikan pesan dari mertuanya (Soeharto) supaya Gus Dur membatalkan rencananya menggelar “Rapat Akbar dua juta umat” pada tahun 1992 M di Parkir Timur Senayan Jakarta.

Gus Dur jengkel dengan tekanan-tekanan yang sering datang dari Soeharto terhadap dirinya, lalu beliau menulis surat panjang kepada Soeharto, sambil mengutip pengalaman negara Aljazair dan Tunisia tentang bangkitnya “Islam Militan” kepada Prabowo, beliau bilang bahwa jika acara itu tidak di idzinkan, aku tidak mau lagi ikut-ikutan ngurus negara.

Acara itu akhirnya tetap berlangsung, tetapi dengan jumlah hadirin yang jauh lebih kecil. Waktu itu Gus Dur ditanya wartawan tentang jadi atau tidaknya acara itu digelar. Jawabnya “Ya tetap jadi, Lurahe wahe wis oleh kok”. Maksudnya “Lurahe” (Presiden Soeharto) sudah memberi idzin. Terdengar kabar, banyak delegasi warga NU dari luar kota yang dicegat di pintu-pintu masuk Jakarta, supaya tidak memadati Parkir Timur Senayan Jakarta, untuk menghindari hal yang tak diinginkan penguasa, atau setidaknya supaya Gus Dur tidak terlihat gamblang punya du kungan massa yang besar di negeri ini.

Sejak itu Gus Dur dan Prabowo rupanya sering kali bertemu, baik dalam suasana yang akrab maupun kurang intim. Menurut Gus Dur kepada seorang kawannya, pada hari-hari setelah kerusuhan Mei, Prabowo sempat datang kerumah Gus Dus di Ciganjur pada pukul dua pagi dengan dikawal dua panser. Pada saat kerusuhan Mei itu terjadi pelanggaran ham yang cukup berat, yaitu adanya penculikan beberapa aktivis mahasiswa, dan dalang dari semua penculikan itu dialamatkan kepada Prabowo Subianto, namun setelah TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) menemukan fakta keterlibatan Prabowo, maka dia dipecat sebagai Komandan Kopasus anti teror. Setelah itu kemudian Prabowo mengasingkan diri ke “Yordania” sejak kariernya di Angkatan Darat berakhir. Konon selama dipengasingan itu, Prabowo juga beberapa kali bertemu Gus Dur atau setidak-tidaknya melakukan kontak komunikasi.

Nah,………..dalam suatu kontak itu, kata Gus Dur, Prabowo minta saran kepada beliau “Apakah tepat apabila dia pulang ke Indonesia saat ini ?”, (Waktu itu masih masa pemerintahan BJ Habibie). Jawaban Gus Dur unik :
“Saya bilang pada Prabowo, dia sebaiknya jangan pulang sekarang, sebab jika pulang sekarang, baru sampai Airport bisa-bisa dihabisin sama preman Cengkareng”, akhirnya Prabowopun membatalkan kepulangannya.

Tidak jelas siapa sebenarnya yang dimaksud Gus Dur dengan preman Cengkareng. Kalau preman betulan, apalagi yang menguasai daerah bandara itu, rasanya bukan, sebab tidak pernah terdengar bahwa mereka begitu hebat dan kuat. Jadi tidak mungkinkah yang beliau maksud sebenarnya adalah lawan-lawan Prabowo sendiri yang masih berkuasa di tubuh TNI ?, tanya saja pada Gus Dur sendiri.

Mengenal KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Mengenal KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
My-Dock - Pada waktu masih kanak-kanak, Gus Dur pernah di asuh oleh seorang santri dari Ponorogo yang bernama Kang Mungin dari Munggu Bungkal Ponorogo. Di pagi hari biasa para santri momong anak lelaki putra gurunya, yang bernama Abdurrahman Wahid, dia sedang belajar berjalan, jangkahnya tertatih-tatih, sebentar-sebentar ia terjatuh. Setiap kali ia jatuh oleh kang Mungin ditolongnya dengan dibangunkan dan dibersihkan badan dan kakinya dari debu yang menempel.

Tetapi ketika abahnya KH. A. Wahid Hasyim ayah Gus Dur melihat peristiwa itu, beliau segera melarang para santri melakukan hal itu, sebari berkata “Jangan di tolong !, biarkan dia berdiri sendiri, agar nanti bisa cepat mandiri”. Para santripun berdiam diri, mereka hanya bisa mengamati gus-nya sedang belajar berjalan, tanpa bisa memberikan pertolongan.

Pada tahun 2000 M, ketika itu Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI, beliau pernah juga datang berkunjung ke rumah mbah KH. Mungin yang berada di Munggu Bungkal Ponorogo, untuk bersilaturrahim kepada pengasuhnya di waktu kecil. 

KH. Abdurrahman Wahid lahir pada hari : Ahad Pahing, tanggal : 1 Rajab 1359 H bertepatan dengan tanggal : 04  Agustus 1940 M, di Denanyar Jombang. Ayah beliau bernama : KH. A. Wahid Hasyim bin KH. Hasyim ‘Asy’ari (Tebuireng). Sedangkan ibunya bernama : Ny. Hj. Sholihah binti KH. Bisri Syansuri (Denanyar).

Gus Dur menamatkan pendidikan dasar (SD) di Ja-karta tahun 1953 M,  karena pada saat itu beliau mengikuti abahnya KH. Wahid Hasyim yang lagi tugas di Jakarta menjabat sebagai Menteri Agama dalam kabinet Hatta ( 20 Desember 1949 – 6 September 1950 ), kemudian pada kabinet Natsir ( 6 September 1950 – 27 April 1951 ) dan terakhir kabinet Sukiman ( 27 April 1951 – 3 April 1952 ) dan beliau sebagai perintis dan pelopor berdirinya perguru an tinggi IAIN ( Institut Agama Islam Negeri ) di seluruh Indonesia.

KH. Wahid Hasyim meninggal dunia pada hari : Ahad Pon tanggal : 5 Sya’ban 1372 H / 19 April 1953 M, akibat kecelakaan mobil yang dinaikinya di daerah Cimindi sebuah kota antara Cimahi dan Bandung dalam usia 39 tahun, dan dimakamkan di dekat makam Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari di lingkungan PP. Tebuireng Jombang, ketika itu Gus Dur baru menamatkan sekolah di tingkat dasarnya.

Setelah tamat SD di Jakarta Gus Dur melanjutkan belajarnya di SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Perta- ma) Gowangan Yogjakarta sekaligus nyantri di Pondok Pe santren Krapyak (1956). Setelah tamat dari SMEP, beliau melanjutkan belajarnya di Pesantren Tegalrejo Magelang, selama 3 tahun kemudian ke Pesantren Tambakberas Jombang, mengajar di Madrasah Muallimat Tambakberas sejak tahun 1959.

Pada tahun 1960 melanjutkan pendidikannya di Universitas al-Azhar Cairo Mesir, lalu pindah ke Fakultas Sastra Universitas Baghdad Iraq, tetapi keduanya tidak sampai tamat. Sampai awal tahun 1970 masih aktif dalam setiap kegiatan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Timur Tengah. Pulang dari Iraq mengajar di Fakultas Ushuluddin Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang, sekaligus menjadi Dekannya (1972-1974), lalu menjadi Sekretaris Pesantren Tebuireng (1974-1979), pada tahun 1979 masuk kejajaran NU sebagi wakil Katib Aam PBNU. Kemudian pada Muktamar ke 27 di Situbondo Jawa Timur beliau terpilih sebagai Ketua Umum PB- NU bersama KH. Ahmad Shidiq sebagai Rais Aam-nya.

Dalam Muktamar NU ke 28 di PP. Krapyak Yogjakarta 1989 M, beliau dipilih kembali sebagi Ketua Umum PBNU yang kedua kalinya, dan pada Muktamar ke 29 di Cipasung 1994 M, masih dipercaya lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Kemudian  dalam Muktamar NU ke 30 di PP. Lirboyo Kediri Jawa Timur ( 1999 ) Gus Dur yang saat itu menjadi Presiden RI diangkat menjadi salah seorang Mustasyar PBNU.

Karier Politik Gus Dur
Pada masa awal meniti kariernya Gus Dur dikenal sebagai seorang kolumnis yang produktif, tulisannya banyak menghiasi halaman media masa nasional, terutama untuk majalah Tempo dan harian Kompas. Pernah menjadi Ketua Dewan Pelaksana Harian Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Juri Festifal Film Indonesia (FFI) dan juga pernah menjadi anggota MPR wakil dari DKI Jakarta.

Gus Dur memang sosok yang kontroversial, selain pernah mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay dari Philipina, ia juga mendapatkan penghargaan dari Yayasan Simon Perez Israel, disamping juga terpilih sebagai salah seorang presiden WCRP (World Coorporation Relegian President) persatuan umat ber-agama sedunia.

Semasa menjabat Ketua Umum PBNU yang ketiga kalinya (1998 M), PBNU memfasilitasi berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Dur duduk sebagai Ketua Dewan Syuro partai tersebut. Nama PKB akhirnya lebih identik dengan Gus Dur daripada Ketua Umumnya, baik itu Matori Abdul Jalil maupun Dr. Alwi Sihab.

Dalam Sidang Umum MPR tahun 1999 M Gus Dur diangkat sebagai Presiden RI ke 4 (empat) menggantikan Prof. Dr. Ir. BJ. Habibie. Selama memegang jabatan Presiden Gus Dur banyak melakukan Reshuffle kabinet, sehingga banyak menimbulkan perlawanan dari partai-partai asal menteri itu berada. Puncaknya, beliau diserang lewat cara impeachment oleh para anggota DPR. Dan akhirnya dijatuhkan lewat SI (sidang istimewa) MPR tahun 2000, ketika itu MPR dipimpin oleh Dr. M. Amin Rais (Muhamma-diyah).

Pembuktian Dalam Peradilan Di Indonesia

Pembuktian Dalam Peradilan Di Indonesia
My-Dock - Pembuktian adalah upaya yang dilakukan para pihak dalam berperkara untuk menguatkkan dan menbuktikan dalil-dalil yang diajukan agar dapat meyakinkan hakim yang memeriksa perkara.

Yang harus dibuktikan dalam sidang adalah segala sesuatu yang didalilkan disangkal atau dibantah oleh pihak lawan. Yang tidak perlu dibuktikan adalah segala sesuatu yang diakui, dibenarkan, tidak dibantah pihak lawan, segala sesuatu yang dilihat oleh hakim dan segala sesuatu yang merupakan kebenaran yang bersifat umum (Rasyid, 1991: 138). Alat bukti yang sah dapat dipergunakan untuk pembuktian adalah sebagai berikut.
  1. Bukti surat;
  2. Bukti saksi;
  3. Persangkaan;
  4. Pengakuan;
  5. Sumpah.
1. Bukti Surat
Bukti surat adalah bukti berupa tulisan yang berisi keterangan tentang suatu peristiwa, keadaan atau hal-hal tertentu (Soeberkti, 1992: 178). Dalah hukum acara perdata dikenal tiga bukti surat, yaitu:
  • Surat biasa, yaitu surat yang dibuat tidak dengan maksud untuk dijadikan alat bukti.
  • Akta otentik, yaitu akta yang dibuat oleh atau dihadapan pejabat yang berwenang . Menurut undang-undang suatu akte resmi (authentiek) mempunyai suatu kekuatan pembuktian sempurna (volledig bewijs), artinya apabila suatu pihak mengajukan suatu akte resmi, hakim harus menerimanya dan menganggap apa yang dituliskan didalam akte itu, sungguh-sungguh telah terjadi, sehingga hakim tidak boleh memerintahkan penambahan pembuktian lagi .
  • Akta dibawah tangan, yaitu akta yang tidak dibuat oleh atau dihadapan pejabat yang berwenang.
2. Bukti Saksi
Saksi adalah orang yang menyaksikan, mendengar, mengetahui, dan mengalami sendiri suatu peristiwa. Saksi, biasanya dengan sengaja diminta sebagai saksi untuk menyaksikan suatu peristiwa dan ada pula saksi yang kebetulan dan tidak sengaja menyaksikan suatu peristiwa (Soeberkti, 1992:180). Syarat-syarat saksi yang diajukan dalam pemeriksaan persidangan adalah sebagai berikut:
  • Saksi sebelum memberikan keterangan disumpah menurut agamanya.
  • Yang dapat diterangkan saksi adalah apa yang dilihat, didengar, diketahui, dan dialami sendiri.
  • Kesaksian harus diberikan didepan persidangan dan diucapkan secara pribadi.
  • Saksi harus dapat menerangkan sebab-sebab sampai dapat memberikan keterangan.
  • Saksi tidak dapat memberikan keterangan yang berupa pendapat, kesimpulan, dan perkiraan dari saksi.
  • Kesaksian dari orang lain bukan merupakan alat bukti (testimonium de auditum).
  • Keterangan satu orang saksi saja bukan merupakan alat bukti (unus testis nullus testis ).
Yang tidak dapat dijadikan saksi adalah sebagai berikut (Pasal 145 ayat (1) HIR).
  • Keluarga sedarah menurut keturunan yang lurus dari salah satu pihak.
  • Suami atau istri dari salah satu pihak meskipun telah bercerai.
  • Anak-anak yang umurnya tidak diketahui dengan benar bahwa mereka telah berumur lima belas tahun.
  • Orang gila walaupun kadang-kadang ingatannya terang.
Saksi yang boleh mengundurkan diri untuk memberikan keterangan sebagai saksi adalah sebagai berikut:
  • Saudara laki-laki dan saudara perempuan ipar laki-laki dan ipar perempuan dari salah satu pihak.
  • Keluarga sedarah menurut keturunan yang lurus dari saudara laki-laki dan perempuan, serta suami atau istri salah satu pihak.
  • Orang yang karena jabatannya atau pekerjaannya yang diwajibkan untuk menyimpan rahasia .
Kesaksian bukanlah suatu alat pembuktian yang sempurna dan mengikat hakim, tetapi terserah pada hakim untuk menerimanya atau tidak. Artinya, hakim leluasa untuk mempercayai atau tidak mempercayai keterangan seorang saksi.

Undang-undang menetapkan bahwa keterangan satu saksi tidak cukup. Artinya, hakim tidak boleh mendasarkan putusan tentang kalah menangnya suatu pihak atas keterangannya satu saksi saja. Jadi kesaksian itu selalu harus ditambah dengan suatu alat pembuktian lain .

3. Persangkaan
Persangkaan adalah kesimpulan yang ditarik oleh undang-undang atau majlis hakim terhadap suatu peristiwa yang terang, nyata, kearah peristiwa yang belum terang kenyataannya (Soeberkti, 1992:181). Persangkaan dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
  • Persangkaan Undang-undang
  • Persangkaan undang-undang adalah suatu peristiwa yang oleh undang-undang disimpulkan terbuktinya peristiwa lain.
  • Persangkaan Hakim
  • Persangkaan hakim yaitu suatu peristiwa yang oleh hakim disimpulkan membuktikan peristiwa lain (Soeberkti, 1992: 181).
4. Pengakuan
Pengakuan terhadap suatu peristiwa yang didalilkan dianggap telah terbukti adanya peristiwa yang didalilkan tersebut (Soeberkti, 1992: 183) .

Menurut undang-undang, suatu pengakuan di depan hakim, merupakan suatu pembuktian yang sempurna tentang kebenaran hal atau peristiwa yang diakui. Ini berarti, hakim terpaksa untuk menerima dan menganggap, suatu peristiwa yang telah diakui memang benar-benar telah terjadi, meskipun sebetulnya ia sendiri tidak percaya bahwa peristiwa itu sungguh-sungguh telah terjadi . Pengakuan terbagi menjadi dua yaitu,
  • Pengakuan di depan sidang (Pasal 174 HIR).
  • Pengakuan didepan sidang adalah pengakuan yang diberikan oleh salah satu pihak dengan membenarkan atau mengakui seluruhnya atau sebagian saja.
  • Pengakuan didepan sidang dapat berupa pengakuan lisan dan tertulis, pengakuan dalam jawaban dipersamakan pengakuan lisan didepan persidangan.
  • Pengakuan di luar sidang (Pasal 175 HIR).
  • Pengakuan diluar sidang secara tertulis maupun lisan kekuatan pembuktiannya bebas tergantung dari penilaian hakim yang memeriksa. 
5. Sumpah 
Sumpah adalah pernyataan yang diucapkan dengan resmi dan dengan bersaksi kepada Tuhan oleh salah satu pihak yang berperkara bahwa apa yang dikatakan itu benar (Kussunaryatun, 1995: 68).

Apabila sumpah diucapkan maka hakim tidak boleh meminta bukti tambahan kepada para pihak (Pasal 177 HIR). Sumpah terdiri dari:
  • Sumpah promossoir yaitu sumpah yang isinya berjanji untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu (Kussunaryatun, 1995: 68).
  • Sumpah confirmatoir yaitu sumpah yang berisi keterangan untuk meneguhkan sesuatu yang benar (Kussunaryatun, 1995: 68). Sumpah confirmatoir terdiri dari:
    • Sumpah supletoir atau bisa dikatakan sumpah pelengkap, atau sumpah penambah yaitu sumpah yang diberikan oleh hakim kepada para pihak untuk melengkapi dan menambah pembuktian.
    • Sumpah decissoir atau sumpah pemutus adalah sumpah yang dibebankan oleh salah satu pihak kepada pihak lawannya .
Sumber Referensi
Abdullah Tri Wahyudi, Peradilan Agama di Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
…………, http://bengkuluutara.wordpress.com/2008/07/23/teori-pembuktian/, (23 Jul 2008 diakses 07 Apr 2011).
Sudikno Mertokusumo, Hukum Acara Perdata Indonesia Edisi Ke 7, Yogyakarta: Liberty, 2006.