Pembuktian Dalam Peradilan Di Indonesia

Pembuktian Dalam Peradilan Di Indonesia
My-Dock - Pembuktian adalah upaya yang dilakukan para pihak dalam berperkara untuk menguatkkan dan menbuktikan dalil-dalil yang diajukan agar dapat meyakinkan hakim yang memeriksa perkara.

Yang harus dibuktikan dalam sidang adalah segala sesuatu yang didalilkan disangkal atau dibantah oleh pihak lawan. Yang tidak perlu dibuktikan adalah segala sesuatu yang diakui, dibenarkan, tidak dibantah pihak lawan, segala sesuatu yang dilihat oleh hakim dan segala sesuatu yang merupakan kebenaran yang bersifat umum (Rasyid, 1991: 138). Alat bukti yang sah dapat dipergunakan untuk pembuktian adalah sebagai berikut.
  1. Bukti surat;
  2. Bukti saksi;
  3. Persangkaan;
  4. Pengakuan;
  5. Sumpah.
1. Bukti Surat
Bukti surat adalah bukti berupa tulisan yang berisi keterangan tentang suatu peristiwa, keadaan atau hal-hal tertentu (Soeberkti, 1992: 178). Dalah hukum acara perdata dikenal tiga bukti surat, yaitu:
  • Surat biasa, yaitu surat yang dibuat tidak dengan maksud untuk dijadikan alat bukti.
  • Akta otentik, yaitu akta yang dibuat oleh atau dihadapan pejabat yang berwenang . Menurut undang-undang suatu akte resmi (authentiek) mempunyai suatu kekuatan pembuktian sempurna (volledig bewijs), artinya apabila suatu pihak mengajukan suatu akte resmi, hakim harus menerimanya dan menganggap apa yang dituliskan didalam akte itu, sungguh-sungguh telah terjadi, sehingga hakim tidak boleh memerintahkan penambahan pembuktian lagi .
  • Akta dibawah tangan, yaitu akta yang tidak dibuat oleh atau dihadapan pejabat yang berwenang.
2. Bukti Saksi
Saksi adalah orang yang menyaksikan, mendengar, mengetahui, dan mengalami sendiri suatu peristiwa. Saksi, biasanya dengan sengaja diminta sebagai saksi untuk menyaksikan suatu peristiwa dan ada pula saksi yang kebetulan dan tidak sengaja menyaksikan suatu peristiwa (Soeberkti, 1992:180). Syarat-syarat saksi yang diajukan dalam pemeriksaan persidangan adalah sebagai berikut:
  • Saksi sebelum memberikan keterangan disumpah menurut agamanya.
  • Yang dapat diterangkan saksi adalah apa yang dilihat, didengar, diketahui, dan dialami sendiri.
  • Kesaksian harus diberikan didepan persidangan dan diucapkan secara pribadi.
  • Saksi harus dapat menerangkan sebab-sebab sampai dapat memberikan keterangan.
  • Saksi tidak dapat memberikan keterangan yang berupa pendapat, kesimpulan, dan perkiraan dari saksi.
  • Kesaksian dari orang lain bukan merupakan alat bukti (testimonium de auditum).
  • Keterangan satu orang saksi saja bukan merupakan alat bukti (unus testis nullus testis ).
Yang tidak dapat dijadikan saksi adalah sebagai berikut (Pasal 145 ayat (1) HIR).
  • Keluarga sedarah menurut keturunan yang lurus dari salah satu pihak.
  • Suami atau istri dari salah satu pihak meskipun telah bercerai.
  • Anak-anak yang umurnya tidak diketahui dengan benar bahwa mereka telah berumur lima belas tahun.
  • Orang gila walaupun kadang-kadang ingatannya terang.
Saksi yang boleh mengundurkan diri untuk memberikan keterangan sebagai saksi adalah sebagai berikut:
  • Saudara laki-laki dan saudara perempuan ipar laki-laki dan ipar perempuan dari salah satu pihak.
  • Keluarga sedarah menurut keturunan yang lurus dari saudara laki-laki dan perempuan, serta suami atau istri salah satu pihak.
  • Orang yang karena jabatannya atau pekerjaannya yang diwajibkan untuk menyimpan rahasia .
Kesaksian bukanlah suatu alat pembuktian yang sempurna dan mengikat hakim, tetapi terserah pada hakim untuk menerimanya atau tidak. Artinya, hakim leluasa untuk mempercayai atau tidak mempercayai keterangan seorang saksi.

Undang-undang menetapkan bahwa keterangan satu saksi tidak cukup. Artinya, hakim tidak boleh mendasarkan putusan tentang kalah menangnya suatu pihak atas keterangannya satu saksi saja. Jadi kesaksian itu selalu harus ditambah dengan suatu alat pembuktian lain .

3. Persangkaan
Persangkaan adalah kesimpulan yang ditarik oleh undang-undang atau majlis hakim terhadap suatu peristiwa yang terang, nyata, kearah peristiwa yang belum terang kenyataannya (Soeberkti, 1992:181). Persangkaan dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
  • Persangkaan Undang-undang
  • Persangkaan undang-undang adalah suatu peristiwa yang oleh undang-undang disimpulkan terbuktinya peristiwa lain.
  • Persangkaan Hakim
  • Persangkaan hakim yaitu suatu peristiwa yang oleh hakim disimpulkan membuktikan peristiwa lain (Soeberkti, 1992: 181).
4. Pengakuan
Pengakuan terhadap suatu peristiwa yang didalilkan dianggap telah terbukti adanya peristiwa yang didalilkan tersebut (Soeberkti, 1992: 183) .

Menurut undang-undang, suatu pengakuan di depan hakim, merupakan suatu pembuktian yang sempurna tentang kebenaran hal atau peristiwa yang diakui. Ini berarti, hakim terpaksa untuk menerima dan menganggap, suatu peristiwa yang telah diakui memang benar-benar telah terjadi, meskipun sebetulnya ia sendiri tidak percaya bahwa peristiwa itu sungguh-sungguh telah terjadi . Pengakuan terbagi menjadi dua yaitu,
  • Pengakuan di depan sidang (Pasal 174 HIR).
  • Pengakuan didepan sidang adalah pengakuan yang diberikan oleh salah satu pihak dengan membenarkan atau mengakui seluruhnya atau sebagian saja.
  • Pengakuan didepan sidang dapat berupa pengakuan lisan dan tertulis, pengakuan dalam jawaban dipersamakan pengakuan lisan didepan persidangan.
  • Pengakuan di luar sidang (Pasal 175 HIR).
  • Pengakuan diluar sidang secara tertulis maupun lisan kekuatan pembuktiannya bebas tergantung dari penilaian hakim yang memeriksa. 
5. Sumpah 
Sumpah adalah pernyataan yang diucapkan dengan resmi dan dengan bersaksi kepada Tuhan oleh salah satu pihak yang berperkara bahwa apa yang dikatakan itu benar (Kussunaryatun, 1995: 68).

Apabila sumpah diucapkan maka hakim tidak boleh meminta bukti tambahan kepada para pihak (Pasal 177 HIR). Sumpah terdiri dari:
  • Sumpah promossoir yaitu sumpah yang isinya berjanji untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu (Kussunaryatun, 1995: 68).
  • Sumpah confirmatoir yaitu sumpah yang berisi keterangan untuk meneguhkan sesuatu yang benar (Kussunaryatun, 1995: 68). Sumpah confirmatoir terdiri dari:
    • Sumpah supletoir atau bisa dikatakan sumpah pelengkap, atau sumpah penambah yaitu sumpah yang diberikan oleh hakim kepada para pihak untuk melengkapi dan menambah pembuktian.
    • Sumpah decissoir atau sumpah pemutus adalah sumpah yang dibebankan oleh salah satu pihak kepada pihak lawannya .
Sumber Referensi
Abdullah Tri Wahyudi, Peradilan Agama di Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
…………, http://bengkuluutara.wordpress.com/2008/07/23/teori-pembuktian/, (23 Jul 2008 diakses 07 Apr 2011).
Sudikno Mertokusumo, Hukum Acara Perdata Indonesia Edisi Ke 7, Yogyakarta: Liberty, 2006.

Menyambut 1 Muharram 24 Ribu Orang Tulis 40 Mushaf Al-Qur'an di Jombang

Menyambut 1 Muharam 24 Ribu Orang Tulis 40 Mushaf Al-Qur'an di Jombang
My-Dock News - Dalam rangka menyambut datangnya tanggal 1 Muharram setiap kota/kabupaten mempunyai agenda acara tersendiri, mulai dari kirab pusaka, pawai budaya, ada pula yang bersifat mistik seperti mencuci keris atau pusaka dan lain sebagainya. Akan tetapi ada yang berbeda dari kota Jombang, dalam rangka merayakan tahun baru Islam (1 Muharram), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang akan mengadakan kegiatan menulis Al-Qur’an 30 juz atau disebut Iqro’ bil-qolam. Kegiatan tersebut akan dibantu oleh Pengurus Cabang Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang.

Kegiatan menulis Al-Qur'an 30 juz tersebut rencananya dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2014 bertempat di Alon-alon kota Jombang, dimulai pada pukul 08.00 Wib sampai dengan selesai. Panitia dalam acara menulis Al-Qur'an 30 juz tersebut meliputi seluruh banom NU dan juga PMII dengan mentargetkan kurang lebih sekitar 24.000 orang, baik dari kalangan NU maupun masyarakat umum.

Peserta yang datang dan mengikuti acara tersebut akan diajak untuk menulis 40 mushaf Al-Qur'an, dengan alokasi waktu 19 menit/orang/halaman mushaf. Selain kegiatan penulisan Al-Qur'an 30 juz, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan juga PMII kota Jombang juga mengadakan kegiatan Khatmil Qur'an di tempat yang sama.

Kegiatan ini merupakan salah satu cara yang dipilih PCNU untuk mendidik dan membangun budaya serta peradaban. Kegiatan ini juga dalam rangka mengasah ketrampilan, sikap dan tingkah laku yang Qur'ani bagi umat Islam di tanah kelahiran Mbah Hasyim. (doc. Ali Makhrus/PMII Jombang)

Awal mula lahirnya kegiatan tersebut berawal dari pemikiran bahwa Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam harus tetap dijaga dari perubahan-yang dimodifikasi manusia. (doc. Samsul Rijal/Sek Pan)

Dari kegiatan tersebut kami juga berharap, Jombang sebagai kota santri, kota pondok pesantren dan kota para pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama mampu mewujudkan masyarakat yang agamis, berprilaku mulia, dan berpendidikan. (doc.Abdullah Alawi)

Sumber : nu.or.id

Mengenal Meteor Perseid

Meteor Perseid 2014
My-Dock - Meteor Perseid merupakan serpihan debu dari ekor komet yang diberi nama komet Swift-Tuttle (109P/Swift-Tuttle) yang masuk ke atmosfer Bumi. Dinamakan Perseid karena titik radian meteor ini berasal dari arah rasi bintang Perseus.

Serpihan debu dari komet Swift-Tuttle tersebut pertama kali ditemukan oleh astronom pada tahun 1862 dan mengelilingi matahari dalam kurun waktu 130 tahun sekali. Pada saat mendekat dengan Matahari, Komet 109P/Swift-Tuttle meninggalkan sisa-sisa partikel berupa debu maupun serpihan di bekas lintasannya. Setiap tahun Bumi selalu melawati bekas lintasan komet tersebut dan bekas sisa-sisa partikel komet masuk ke atmosfer Bumi kemudian menekan dan memanaskan udara di sekitarnya hingga menimbulkan kilatan cahayameteor.

Kecepatan meteor perseid memasuki atmosver bumi dengan kecepatan kurang lebih sekitar 59,5 Km/s atau 214.365 km/h. Suhu meteor diperkirakan mencapai 1.650 derajat celcius.

Periode terjadinya hujan meteor ini terjadi pada bulan juli sampai dengan Agustus. Lebih tepatnya pada tanggal 17 Juli sampai dengan 24 Agustus. Hal ini dikarenakan pada bulan tersebut Bumi melintasi orbitnya sehingga sisa-sisa material komet tersebut tertarik oleh gravitasi bumi dan muncul sebagai hujan meteor.

Berdasarkan keterangan dari Ahli meteor Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA), tahun ini puncak hujan meteor Perseid di Indonesia diperkirakan terjadi pada hari Rabu 13 Agustus 2014 pada pukul 07.30 Wib. Apabila dilihat dari dari waktu terjadinya hujan meteor perseid kita akan kesulitan untuk mengamati terjadinya hujan meteor Perseid menggunakan mata telanjang, (Bill Cooke).

Rasi Bintang Perseus
Kita masih bisa mengamati hujan meteor ini menjelang dan sesudah mencapai titik puncak, yaitu pada hari selasa sampai kamis dini hari. waktu yang paling tepat untuk mengamati hujan meteor ini selepas tengah malam hingga menjelang fajar. Akan tetapi bila melakukan pengamatan setelah mencapai puncaknya, jumlahnya lebih sedikit bahkan bisa jarang. (komunikator sains : Joe Rao).

Untuk mengamati hujan meteor kita tidak perlu menggunakan alat bantu teleskop ataupun yang lain akan tetapi menggunakan mata telanjang saja kita sudah bisa mengamatinya. Untuk mengamati hujan meteor ini kita hanya membutuhkan langit yang gelap dan bersih dari partikel debu. Bagi orang yang tinggal di pedesaan mungkin akan mudah untuk mengamatinya.

Pada saat puncak hujan meteor Perseid, meteor yang bisa diamati mencapai 100 meteor per jam pada saat tidak ada bulan. Karena pada tahun ini hujan meteor perseid terjadi pada bulan purnama, meteor yanbg bisa diamati oleh mata hanya sekitar 30-40 meteor perjam.


Penemuan Mega Bumi (Kepler-10C)

Mega Bumi
My-Dock Astronomi - Astronom menemukan planet baru yang diberi nama "Mega Bumi". Astronom menemukan planet "Mega Bumi/Kepler 10-c" tersebut menggunakan teleskop kepler. Penemuan tersebut diperoleh menggunakan metode "melihat keberadaan planet dengan mengamati peredupan cahaya bintang" (metode transit).

Jenis planet ini merupakan planet batuan seperti bumi, akan tetapi memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari kelas planet bisa dikatakan "Bumi Super". Bumi Super tersebut mengorbit sebuah bintang yang jaraknya 560 tahun cahaya dari Bumi. Penemuan ini dipresentasikan astronom pada pertemuan American Astronomical Society di Boston.

Dengan ditemukannya planet "Super Bumi" ini membuat astronom menggaruk kepala. Berdasarkan pengalaman astronom, planet besar cenderung menarik banyak hidrogen sehingga akan lebih mirip Jupiter dan Neptunus.

Dimitar Sasselov dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics mengatakan "Cara yang pas untuk menyebutnya adalah sesuatu yang lebih besar dari "Bumi Super", bagaimana jika diberinama "Bumi Mega"?". BBC, (03/06/2014).

Berdasarkan penelitian Sasselov, "Mega Bumi" tersebut mempunyai massa lebih dari 17 kali massa Bumi, masa jenisnya  kurang lebih sekitar 7,5 gram per centimeter kubik. Dengan demikian membuat "Mega Bumi" menyerupai massa jenis batuan di Bumi, yaitu 5,5 gram per centimeter kubik).

Usia bintang induk planet tersebut adalah 11 miliar tahun, selisih 2 miliar tahun dari alam semesta sendiri.



Kyai Imampuro

My-Dock Sejarah Ponorogo - Semula Desa Sukosari banyak tempat un-tuk peribadatan orang-orang hindu buda pada ma sa kekuasaan kerajaan Wengker dibawah pengua sa Suryo Ngalam atau Ki Ageng Kutu, sebab disi ni banyak peninggalan arca-arca siwa yang diya-kini oleh orang hindu sebagai arca dewa sebagai sesembahannya. 

Pada saat jatuhnya Wengker ke tangan Ba-toro Katong pengembangan dakwah Islam mulai masuk ke daerah-daerah pedalaman seperti di wi layah hutan sukosari ini. Akan tetapi daerah ini mulai dimasuki agama Islam yang dibawa oleh seorang Ulama dari Demangan Siman yang ber-nama Imampuro. 

Imampuro adalah putra dari R. Jamkasari putra P. Abuyamin putra Raja Banten Jawa Barat, yang datang ke Ponorogo untuk misi dakwah Is-lam juga.

Di Ponorogo P. Abuyamin diambil menan-tu oleh K. Cholifah putra ke VI (lihat hal. 39) da ri K. Mohammad Besari Tegalsari, dengan demi kian berarti P. Abuyamin adalah cucu menantu dari K. Mohammad Besari Tegalsari, yang selan-jutnya menurun K. Imampuro sebagai buyut dari K. Mohammad Besari.

Untuk mengawali babad di Sukosari ini K. Imampuro mengambil tempat yang dekat dengan kali bengawan yang kebetulan di lingkungan ini banyak bekas tempat peribadatan orang hindu ka rena di tempat ini banyak arca-arca dewa siwa se bagai sesembahannya. Dan di tempat ini tampak angker dan wingit yang dipercayai sebagai da- nyangan tempatnya bangsa lelembut, jin, syetan dan genderuwo. 

Namun demikian, sekalipun tempat ini ter-kenal angker dan menakutkan, bagi K. Imampuro justru tidak dianggap gawat, malah disini didiri-kan bangunan Masjid sebagai tempat ibadah bagi umat Islam pengikut K. Imampuro.

Pejuangan dakwah K. Imampuro juga men dapatkan tantangan, diantaranya dari seorang gu-ru atau resi yang bernama Mbah Guno, seorang penganut ajaran peninggalan Ki Ageng Suryo Ngalam, yang beragama hindu atau kepercayaan kejawen. Mbah Guno adalah guru yang sangat sakti, murid-murid di perguruannya diajari ilmu-ilmu kanuragan, seperti tidak mempan di tusuk pi sau, atau dibacok, bisa menghilang dari panda-ngan mata, dan sebagainya.

Pada suatu hari, K. Imampuro hendak ber-silaturrahim ke Padepokan Mbah Guno yang letaknya tidak jauh dati tempatnya agak ke timur untuk diajak agar dapat menerima dakwahnya yaitu mau masuk Islam, tetapi rupanya niatan baik ini tidak mendapatkan sambutan sebagaima na yang diharapkan oleh K. Imampuro, justru murid-murid Mbah Guno menampakkan watak adigang adigungnya, sombong dan kasar pamer kesaktian. Di saat seperti ini K. Imampuro tidak gentar, beliau perintahkan santrinya untuk menca ri anak angon kambing (gembala) yang ada di sekitar Padepokan Mbah Guno, setelah di dapat kan anak angon itu oleh K. Imampuro disuruh mbacok tangan pimpinan murid dari Mbah Guno. Setelah tangannya berdarah karena bacokan arit nya anak angon tadi, K. Imampuro perintahkan lagi supaya anak itu membacok kaki pimpinan murid Mbah Guno, seketika pimpinan itu roboh, dan lalu minta maaf kepada K. Imampuro, kare na rasa belas kasihan, K. Imampuro memasukkan ibu jari tanganya ke mulut beliau, kemudian di keluarkan lagi dan ditempelkan ke kaki murid Mbah Guno yang luka itu, seketika itu juga luka nya sembut tidak berdarah lagi, dan saat itu pula Mbah Guno menghilang tidak diketahui kemana perginya. Karena gurunya sudah tidak dapat diketemukan, maka para murid Mbah Guno sama taubat dan masuk Islam.

Di Sukosari tempo dulu ada semacam der maga tempat singgahnya perahu-perahu yang me ngangkut barang-barang dari pedalaman menuju perkotaan hingga Surabaya. Dermaga itu berada di dukuh Tular sekarang, dan dahulu kala disini juga dibangun sebuah gudang penyimpanan ba-rang-barang yang akan diangkut ke Surabaya. Termasuk pula pengiriman kayu jati bantuan Bu-pati Polorejo untuk pembangunan masjid Taman Madiun, juga melalui perairan bengawan Tular ini.

Nama Tular diambil dari nama seorang pu tra Adipati Surodiningrat (Sedo Demung) bupati Ponorogo yang bernama Raden Tunglar yang ma sih seayah dengan R. Brotonegora bupati Polore-jo atau kabupaten kuto Lor. Dan tugas dari Raden Tunglar saat itu adalah sebagai penjaga gu dang tersebut, jika pembaca ingin melihat bekas gudang ini dapat datang ke Dukuh Tular Sukosa ri, namun disana tinggal tonggak-tonggak tiang pancang gudang saja, dan tidak berujud gudang.